Petugas melakukan pemadaman kebakaran di Pasar Bajera, Rabu (17/8). (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Kebakaran terjadi di Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg pada Rabu (17/8) siang hari. Peristiwa ini terjadi di dua ruko yang ada di pasar tersebut.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten Tabanan I Wayan Suakta, S.Sos dugaan awal penyebab kebakaran akibat dupa. Sebab, pemilik ruko sebelumnya memang usai melakukan persembahyangan.

Beruntung api cepat bisa dipadamkan dan tidak sampai merembet ke kios pedagang lainnya. Tak  ada korban jiwa dalam kasus kebakaran ini.

Baca juga:  2017, Kasus Kebakaran di Badung Alami Peningkatan

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran dilaporkan terjadi pada 11.40 WITA, tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) pun meluncur ke lokasi. Sebelumnya upaya pemadaman secara manual juga dilakukan oleh masyarakat, termasuk para pedagang yang saat kejadian memang sedang berada di pasar.

Aparat kepolisian juga ikut membantu lantaran lokasi kebakaran memang dekat dengan gedung kantor Polsek Selemadeg.

Kepala Seksi Pencegahan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan, I Wayan Suakta, S.Sos dikonfirmasi mengatakan, ruko yang terbakar kali ini menjual alat-alat upakara yang memang sangat rentan dan mudah terbakar. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditafsir Rp50 juta. “Ada dua ruko yang hangus terbakar, satu menjual alat upakara yang memang sangat mudah terbakar dan satu lagi kalau tidak salah menjual sembako,” terangnya, Rabu (17/8).

Baca juga:  Semburan Belerang di Danau Batur Meluas

Dari informasi warga yang melihat langsung kejadian tersebut, kebakaran terjadi lantaran dupa. Mengingat hari ini, bagi umat Bali adalah rahinan. Suakta juga mengapresiasi gerak cepat masyarakat dan pedagang yang sudah bekerjasama berupaya melakukan pemadaman dengan cara manual sembari menunggu petugas damkar tiba di lokasi.

Sehingga api tidak sampai membakar lebih banyak lagi. “Ada enam ruko, dua yang terbakar, beruntung petugas dibantu masyarakat sigap menangani kebakaran sehingga tidak banyak yang terbakar,” pungkasnya. (kmb/balipost)

Baca juga:  3 Bulan Terakhir, Angka Kasus DBD di Tabanan Alami Peningkatan
BAGIKAN