Warga di Desa Adat Besakih mempersiapkan ngaben massal. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem kembali melaksanakan upacara pitra yadnya atau ngaben massal pada 2022. Pada puncak ngaben massal yang akan berlangsung pada 29 Juli mendatang itu bakal diikuti ratusan sawa.

Upacara ini dapat meringankan beban bagi pemilik sawa karena biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Ketua panitia, I Nyoman Mangku Redana
mengungkapkan, secara keseluruhan sebanyak 256 sawa akan ikut upacara ngaben massal. Yakni, untuk sawa lingsir sebanyak 122, 105 sawa dari krama pangarep Desa Adat Besakih, dan 17 sawa dari krama di luar desa adat. Sementara, untuk sawa rare totalnya 134. Yakni 22 dari sawa rare dari luar desa adat, dan 112 diri sawa rare dari krama Desa Adat Besakih.

Baca juga:  Logistik Pilkada Karangasem Mulai Berdatangan

Mangku Redana menambahkan, setiap warga atau
krama yang memiliki sawa dikenakan biaya. Untuk warga di wewidangan Desa Adat Besakih dikenai biaya Rp6 juta, sedangkan yang dari luar Desa Adat Besakih dikenai Rp7 juta. “Krama yang ikut dari luar
Desa Adat Besakih dari Adat Pregunung Simpar
dan Desa Adat Sunti Sukadana Ban,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk lokasi yang dipergunakan meminjam lahan warga milik Jro Mangku Putu Artayasa di Dauh Umah. Karena bila tidak ada proyek penataan, biasanya pihaknya pakai lahan di dekat Setra Desa Adat Besakih. “Karena proyek ini, kita harus minjam tempat,” imbuhnya.

Baca juga:  Ratusan Tukang Ojek Kais Rejeki di IBTK Besakih

Lebih lanjut dikatakannya, untuk eed karya yakni pada
27 Juli 2022 acara piuning lan nanceb tetaring. Tangal 18 Juli mlaspas lan negtegang. Tanggal 25 Juli matur piuning lan nunas tirta, tanggal 26 Juli mamitang
nunas atma ngembak lawang lan ngepugin magiri pati. “Untuk puncak acara pada 29 Juli. Kemudian tanggal 1 Agustus matabah lan marisuda
genah payadnyan, tanggal 3 Agustus matur piuning, ngulapin ngangget don bingin. Ngajum sekah lan mlaspas metik, tanggal 4 Agustus ngeroras. Dan untuk upacara ngeseng nganyud sekah tanggal 5 Agustus mendak nuntun ke segara,” tandas Mangku Redana. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Desa Adat Kesimpar Lestarikan Nyepi Adat
BAGIKAN