Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau persiapan dukungan infrastruktur KTT G20. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan peningkatan infrastruktur di Provinsi Bali. Kementerian PUPR mendorong peningkatan infrastruktur untuk mendukung kegiatan KTT G20 pada akhir tahun ini.

Menteri Basuki melihat langsung progres pembangunan Penataan Kawasan Parkir Kepala Negara serta Penataan Jalan Simpang (Sp) Siligita-Kempinski Showcase Mangrove dan Penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai. Pekerjaan penataan tersebut seluruhnya ditargetkan akan rampung pada akhir Juli 2022 sehingga siap untuk menyambut pelaksanaan KTT G20. “Mulai dihijaukan, ditanami dari sekarang kawasan yang ditata ini. Saat ini progresnya semua sekitar 39,6 persen,” ujar Menteri Basuki, dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat (27/5).

Baca juga:  Perantara Jual Beli Narkoba Minta Keringanan Hukuman

Kementerian PUPR menata Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai yang berada di sekitar kawasan Waduk Muara Nusa Dua untuk digunakan sebagai showcase mangrove. Lingkup pekerjaan penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai ini cukup luas. Dari penyediaan parkiran limousine untuk kendaraaan kepala negara hingga viewing deck ke arah Teluk Benoa.

Ada pun antara lain pembangunan yang kini sedang berjalan adalah gerbang masuk, monumen G20, area plaza, beji, wantilan, jalur tracking mangrove, area persemaian, area penerima (lobby, ticketing, kantor penerima), menara pandang, viewing deck ke arah Teluk Benoa, dan area parkir di sekitar Waduk Muara. Selanjutnya juga tengah dikerjakan Penataan Kawasan Parkir Kepala Negara di lahan seluas 2,6 hektare yang juga berada tidak jauh dari Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai.

Baca juga:  Dari Tambahan Kasus COVID-19 Bali Alami Tren Kenaikan hingga Gepeng di Klungkung Ternyata Sewa Kos

Lingkup kegiatannya berupa pembangunan Gate Candi Bentar, penataan Pura, Pos Jaga Security, Gazebo Bale Bengong, pakir limousine dengan kapasitas 256 unit, fasilitas publik, ruang panel, kantin, water tank, dan parkir kendaraan emergency. Dukungan infrastruktur juga dilakukan dengan melakukan preservasi jalan dan jembatan sebanyak 9 ruas yang terbagi dalam 2 paket pekerjaan. Paket I terdiri dari preservasi jalan dan jembatan 7 ruas dengan total panjang 22 km.

Baca juga:  Soal Banyak WNA Buat Ulah di Bali di Tengah Pandemi, Ini Komitmen Imigrasi

Tujuh ruas tersebut yakni Sp.Pesanggaran-Gerbang Benoa, Sp.Kuta-Sp.Pesanggaran, Sp.Kuta-Tugu Ngurah Rai, Sp.Lapangan Terbang–Tugu Ngurah Rai, Tugu Ngurah Rai–Nusa Dua, Sp. Pesanggaran–Sp.Sanur, dan Jimbaran–Uluwatu (GWK), dan Sp. Pesanggaran – Sp. Sanur (Sarangan). Sedangkan paket II adalah peningkatan jalan Sp. Siligita – Kempinski dan showcase mangrove sepanjang 6,5 km. Untuk meningkatkan kualitas dan estetika, pekerjaan preservasi jalan dan jembatan disertai dengan beautifikasi atau penghijauan. (kmb/balipost)

BAGIKAN