Petugas dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karangasem melaksanakan kegiatan monitoring sapi di Pasar Hewan Rubaya, Kecamatan Kubu, Kamis (19/5). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karangasem melaksanakan kegiatan monitoring sapi di Pasar Hewan Rubaya, Kecamatan Kubu, Kamis (19/5). Monitoring yang dilakukan guna memantau kondisi sapi ditengah maraknya penyebaran penyakit mulut dam kaki (PMK) belakangan ini.

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana (PPB), Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, Putu Gede Suata Berata, mengungkapkan, kegiatan monitoring ke pasar hewan melibatkan petugas berprofesi dokter hewan. Mereka nantinya akan memantau kondisi hewan yang ada di pasar.

Baca juga:  11 Formasi CPNS Jembrana Dipastikan Kosong

Dari hasil monitoring, petugas tidak menemukan sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kaki. “Ternak yang dibawa semua dinyatakan sehat. Tidak ada ciri-ciri PMK. Peternak terlihat biasa saja, mengaku tidak terlalu khawatir dengan penyakit PMK. Untuk harga sapi sekitar pasar masih normal, tak ada penurunan,” ucapnya.

Suata Berata menambahkan, setelah melakukan monitoring ke Pasar Hewan Rubaya, selanjutnya pihaknya juga bakal melakukan hal yang sama, yakni melakukan monitoring kePasar Hewan Bebandem, Kecamatan Bebandem dan dilanjutkan ke Pasar Hewan Pempatan, Kecamatan Rendang. “Kita rencanakan lagi dua hari kita lakukan monitoring itu,” katanya.

Baca juga:  Dari Polda Bali Kalah di Praperadilan hingga Pungutan Retribusi Pariwisata Diprotes

Dia menjelaskan, saat monitoring, pihaknya langsung melakukan sosialisasi ke peternak terkait ada issue PKM di Jawa Timur. Pihaknya menghimbau peternak untuk tetap waspada dan berhati- hati. “Kita minta warga gang memelihara ternak harus tetap bersihkan kandang untuk mengantisipasi PMK ini, serta tak membeli ternak ke luar daerah Bali,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN