I Made Kembang Hartawan. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDI Perjuangan yang kosong dari daerah pemilihan (dapil) Melaya dipastikan tidak untuk suara terbanyak keempat. Pasalnya, calon DPRD yang notabene meraup suara terbanyak keempat, yakni I Nyoman Renteb telah pindah haluan ke Partai Nasdem Jembrana.

Pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, dari 7 calon PDIP dapil Melaya, tiga orang lolos ke kursi DPRD Jembrana. Dan saat ini, satu dari tiga anggota DPRD itu, Ni Putu Liliyana meninggal dunia. Sehingga kekosongan akan dilakukan PAW.

Hal itu dipastikan oleh Ketua DPC PDI P Jembrana, I Made Kembang Hartawan, belum lama ini. Kembang Hartawan menyebut DPC PDIP Jembrana telah menyampaikan ke DPP dan DPD Bali terkait PAW salah satu kader perempuan terbaik yang meninggal dunia, Ni Putu Lilyana. “Kami sangat kehilangan sosok Ibu Lilyana, dan terkait PAW kami sudah laporkan kondisinya,” kata Kembang.

Baca juga:  Sukerena Dipastikan Absen Tes Kesehatan

DPC juga sebelumnya telah mengajukan surat pemberhentian terhadap salah satu calon dari Melaya, yang kini telah pindah ke partai lain yakni I Nyoman Renteb. “Persoalan PAW kita sudah rapatkan di cabang partai, jauh sebelum ini (rapat PAW) kita juga sudah rapatkan terkait keluarnya Pak Renteb keluar dari struktural partai. Termasuk juga mengusulkan ke induk partai untuk pemecatan kader yang sudah jelas dan nyata keluar,” ujarnya.

Baca juga:  Puncak Arus Mudik dari Bali Diprediksi H-3

Berbeda ketika DPC melihat masih dugaan dan indikasi adanya kader yang membelot, akan diklarifikasi. Tapi untuk kasus Renteb ini menurutnya sudah nyata dan fakta sudah keluar bahkan hingga menjadi pengurus cabang parpol lain. “Sehingga upaya Cabang Partai, bukan saya pribadi, untuk mengusulkan pemecatan kader yang sudah jelas keluar, ” tegas Kembang.

Renteb sebelumya pada periode 2014-2019 menjadi salah satu anggota DPRD Jembrana dari fraksi PDIP. Dan pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, Renteb kembali mencalonkan diri melalui PDI P dengan nomor urut 4.

Baca juga:  BPGS di Smansa Negara, Tambah Wawasan Pers dan Literasi Siswa

Namun, saat Pileg tiga tahun silam itu, Renteb tidak berhasil dengan selisih suara hanya 6 suara dengan I Gede Riawa. Gede Riawa mengumpulkan 2.125 suara, Renteb 2.119 suara. Sehingga Riawa menyusul dua calon lain yang unggul suara yakni I Ketut Suastika dengan 3.315 suara dan Ni Putu Lilyana yang meraup 2.625 suara. Di bawah Renteb, suara terbanyak diraih I Wayan Suparta dengan 1.519 suara, Nuraini 195 suara dan Ni Putu Budi Ekarini 105 suara. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN