Suasana kemacetan yang terjadi di Nusa Penida, Klungkung saat libur Lebaran. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Libur Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Pasalnya, ribuan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara menikmati keindahan destinasi alam yang ada di pulau yang dijuluki The Blues Paradise Island ini.

Tidak hanya liburan semata, namun ada juga wisatawan yang meluangkan waktu untuk berwisata spiritual di Pura Dalem Penataran Ped, Pura Puncak Mundi dan Pura Goa Giri Putri. Membludaknya jumlah kunjungan wisatawan ini menjadi harapan yang dinanti-nanti masyarakat Nusa Penida setelah 2 tahun nihil kunjungan wisatawan akibat hantaman pandemi Covid-19. Terutama bagi para pelaku wisata.

Namun, membludaknya wisatawan ke Nusa Penida membuat jalanan macet di mana-mana. Hal ini disebabkan belum maksimalnya pembangunan infrastruktur jalan untuk menunjang destinasi wisata yang ada. Bahkan, masih ada jalan yang rusak yang membuat tidak nyaman para wisatawan.

Baca juga:  Kasus "Skimming", Dua WNA Bulgaria Dijerat UU ITE

Salah satu anggota DPRD Bali Dapil Klungkung, I Ketut Juliarta memberikan tanggapan terkait kondisi ini. Pria yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali ini menjelaskan, Nusa Penida memiliki potensi untuk menjadi ikon pariwisata Bali. Bahkan, keindahan alam dan pura yang menjadi wisata spiritual mampu mensejajarkan Bali dengan pariwisata yang ada di mancanegara.

Ia menyayangkan bahwa di beberapa titik sempat terjadi kemacetan karena membludaknya wisatawan yang berkunjung. Hal itu disebabkan keterbatasan infrastruktur yang masih menjadi persoalan di Nusa Penida.

Baca juga:  Dua Hari Bali akan Hadapi Fenomena "Tanpa Bayangan", Ini Jadwalnya

“Hanya saja keterbatasan infrastruktur masih menjadi persoalan di Nusa Penida. Rencana pembangunan jalan lingkar di Nusa Penida yang sudah diwacanakan sejak dulu belum juga terealisasi,” katanya Rabu (4/5).

Menurut Juliarta, jalan lingkar Nusa Penida menjadi salah satu cara yang realistis dalam mengatasi kemacetan di Nusa Penida. Terutama pada saat high seassion.

Sebab, pada saat kunjungan wisatawan tinggi, jumlah kendaraan yang beroperasi di jalanan Nusa Penida meningkat. Namun, hal itu tidak diikuti dengan penambahan dan pelebaran jalan.

Selain itu, kantong parkir di sejumlah objek wisata masih minim, juga menjadi pemicu timbulnya kemacetan. Kendaraan yang terparkir di badan jalan jadi penyebab akses masuk ke objek wisata menjadi macet.

Baca juga:  Jasad WN Italia Ditemukan Mengapung di Perairan Cristal Bay

“Ke depan yang harus dilakukan yakni mengintensifkan personel dari Dishub dan Satpol PP, untuk bersama-sama mengatur lalu lintas dan kendaraan di titik obyek wisata, sehingga tidak terjadi krodit,” tegasnya.

Juliarta mengatakan untuk jangka panjang diperlukan realisasi wacana jalan lingkar Nusa Penida yang dapat mengurai kemacetan. Selain infrastruktur, juga masalah air. Sebab belum semua di wilayah Nusa Penida teraliri dengan air. “Air yang menjadi masalah utama, kalau banyak tamu yang datang ke Nusa Penida, dan masyarakat juga banyak yang punya penginapan. Sedangkan air belum semua daerah teraliri dengan air,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN