Salah satu Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api di tengah kebakaran rumah. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kebakaran menghanguskan rumah milik warga Dusun Peken, Desa Tangkas Wayan Tresna (50), Rabu (27/4). Bangunan sepi permanen ini seketika jadi abu, karena kobaran api cukup besar. Petugas Damkar Klungkung pun sempat ke TKP untuk mencegah merembetnya kobaran api ke bangunan rumah yang lain.

Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta, mengatakan kebakaran di rumah sopir truk ini terjadi sekitar pukul 10.15 wita. Awalnya tetangga korban Ni Nengah Widiari (32) sepulang dari menjemput anaknya di Paud Desa Tangkas, kaget melihat kepulan asap hitam tebal dari rumah korban. Dia juga melihat cucu korban Kadek Melya Putri (6) terburu-buru keluar dari rumah menyelamatkan diri ke luar pekarangan rumah.

Baca juga:  Memulai Era Baru di 9 Juli, Koster Minta Camat hingga Perbekel Siapkan Ini

Warga di sekitar TKP juga sudah banyak yang mendekat dan berusaha secara manual memadamkan kobaran api. Warga memanfaatkan alat seadanya untuk membantu memadamkan api.
Melihat kejadian tersebut Widiari bergegas menggunakan sepeda motornya untuk segera melapor ke Kantor Desa Tangkas. Laporannya diterima Kepala Dusun Peken I Wayan Swidana (42). Kemudian segera meneruskannya kepada petugas Damkar Klungkung melalui sambungan telpon.

“Sekitar 10.45 Wita Damkar Klungkung dengan kekuatan 3 unit kendaraan pemadam tiba di TKP dan segera melakukan pemadaman. Pukul 11.10 Wita api dapat dipadamkan secara keseluruhan,” katanya.

Baca juga:  Bali Tuan Rumah Kejurnas Voli Pantai

Dari pengakuan cucu pemilik rumah, disampaikan bahwa percikan api yang memicu terjadinya kebakaran, diduga bersumber dari kamar tengah. Penyebab kebakaran kemungkinan akibat arus pendek/konsleting listrik di dalam kamar. Api kemudian cepat membesar karena bangunan rumah ini semi permanen. Sebagian tersusun dari kayu triplek. Selain itu, rumah ini juga berada diketinggian yang hembusan anginnya cukup kencang.

“Pihak korban tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian dan menerimanya sebagai musibah,” katanya.

Baca juga:  Angin Puting Beliung, Penyeberangan Gilimanuk Sempat Tutup

Akibat kebakaran rumah semi permanen berukuran 8X6 meter (4 kamar) ini, korban mengalami kerugian material diperkirakan senilai Rp 100 juta. Suarta pun menghimbau warga agar memperhatikan penggunaan arus listrik di setiap rumah, guna mencegah terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik. Pastikan semua jaringan listrik dalam kondisi aman, sebagai langkah awal untuk pencegahan kebakaran. (Bagiarta/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *