Suasana lalin di kawasan Pura Besakih macet karena ramainya umat Hindu melakukan persembahyangan IBTK. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Umat Hindu yang bersembahyang ke Pura Agung Besakih serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2022 sangat ramai. Kondisi tersebut membuat kemacetan panjang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak Minggu (27/3) pagi buta, kendaraan pemedek terus berdatangan. Mulai dari jalur barat, yakni Kintamani, Bangli maupun Karangasem, dan Klungkung.

Kendaraan terlihat padat mulai siang hari sampai malam harinya. Membludaknya pemedek yang tangkil tersebut, membuat arus lalu lintas sangat macet.

Baca juga:  Rangkaian Panca Wali Krama di Besakih Dimulai, Pendakian ke Gunung Agung Diminta Tak Dilakukan

Semua kantong-kantong parkir pribadi di sejumlah titik penuh. Kondisi tersebut juga memicu kemacetan yang cukup panjang.

Seorang pengayah, Mangku Lanus, mengungkapkan, kalau pemedek yang tangkil melakukan persembahyangan sangat ramai. Bahkan, di areal masing-masing Pura Pedarman, para pemedek rela antre berjam-jam untuk dapat masuk ke dalam melakukan prosesi persembahyangan. “Situasi sangat padat. Pemedek berdesak-desakan,” ucapnya.

Lanus menambahkan, ramainya pemedek yang datang melakukan persembahyangan diduga karena hari libur ditambah bertepatan hari Saraswati. “Itu yang membuat pemedek membludak. Hari ini juga sama, pemedek membludak. Lalu lintas macet total,” Katanya.

Baca juga:  Kedua Kalinya Ada Pamedek ke Pura Besakih Terjun ke Jurang, Sekeluarga Dilarikan ke RS

Klian Banjar Batumadeg, I Putu Eka Januarta, menjelaskan, arus lalu lintas kembali krodit. Karena kemarin juga krodit sekali. “Situasi menimbulkan kemacetan panjang dari arah Menanga, Bangli termasuk arah Karangasem. Seperti kemarin situasi krodit, terjadi sampai pagi,” jelasnya.

BAGIKAN