Salah satu persembahan Tari Wali dalam karya Ngusaba Nini. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com –  Bertepatan dengan Purnama Kadasa, Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, menggelar Karya Ngusaba Nini di Pura Desa/Bale Agung. Usaba berlangsung selama tiga hari, dari 17-19 Maret lalu. Usaba yang digelar setiap tahun ini sebagai bentuk persembahan umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas berkah dan kemakmuran yang sudah diberikan umat.

Bendesa Adat Pesinggahan I Wayan Sujana, Senin (21/3) mengatakan pada prosesi ngusaba, diisi dengan persembahyangan bersama oleh seluruh krama umat Hindu di Desa Adat Pesinggahan. Kemudian ragam Tari Wali baik sebelum maupun sesudah persembahyangan bersama.

Baca juga:  Antisipasi Kasus, Desa Adat Gesing Terapkan Pararem Rabies

Seperti Tari Rejang, Tari Baris, Tari Topeng dan lainnya. Sehari setelah persembahyangan bersama, Ida Batara lunga ke areal sawah di sekitar Desa Adat Pesinggahan menuju Pura Bedugul Subak Pesinggahan, mapeed diiringi krama setempat. Setelah mapeed di areal sawah, Sujana mengatakan krama khususnya petani tidak boleh melakukan aktivitas pertanian apapun di sawah selama sehari.

Amati Karya dilakukan untuk menghormati prosesi Usaba Nini yang ditujukkan kepada Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran. “Ngusaba Nini adalah Ngusaba di Pura Desa/Bale Agung, persembahan terima kasih atas limpahan kemakmuran yang beliau berikan. Karena tatanan masyarakat kita dulu lebih banyak petani, maka ini lebih bersyukurnya kepada Dewi Sri/Laksmi sebagai dewi kemakmuran,” kata Sujana.

Baca juga:  Desa Adat Tengkulung Gelar “Patoyan” di Pura Dalem Tengkulung

Pada kesempatan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta sempat mengikuti sembahyang bersama muspayang ngusaba.

Bupati Suwirta yang selalu hadir untuk memenuhi undangan masyarakatnya, berharap pangusabaan ini bisa menjalin hubungan harmonis antara tiga pilar kehidupan, yaitu Tri Hita Karana, yakni hubungan dengan manusia, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Tuhan. Bupati Suwirta juga berharap agar seluruh rangkaian karya yang sudah dilaksanakan dengan rasa tulus ikhlas ini, agar dianugerahi keselamatan dan kerahayuan jagat.

Baca juga:  TPA Sente Krisis Solusi Atasi Kemelut Sampah

Sehingga alam beserta isinya selalu dalam keadaan damai, tentram dan aman. Pelaksanaan adat tradisi dan budaya, apalagi itu kegiataan keagamaan harus terlaksana dan tetap dirawat dengan baik, karena memiliki tujuan yang mulia dalam upaya menjaga keharmonisan dengan alam sekitar. Ini sejalan dengan visi Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dalam menjaga tatanan alam dan kehidupan krama Bali. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN