Wakil Gubernur Bali, Cok Ace membuka Widya Sancaya #1 Bedah Buku “Padma Bhuwana Bali” yang diselenggarakan LPPM Unhi Denpasar di kampus setempat, Sabtu (19/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hindu Indonesia (Unhi Denpasar) menggelar Widya Sancaya #1 di Gedung Rektorat Unhi Denpasar, Sabtu (19/3). Kegiatan Widya Sancaya #1 ini diisi dengan Bedah Buku “Padma Bhuwana Bali” karya Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. (Cok Ace).

Buku “Padma Bhuwana Bali” ini didiskusikan oleh 4 orang narasumber. Yakni, Koordinator Staf Khusus Kepresidenan RI, Dr. A.A. Gede Ngurah Ari Dwipayana, SIP., M.Si., Dr. Ir. I Gusti Putu Anindya Putra, MSP. (akademisi Unhi Denpasar), Dr. Putu Herny Susanti, SE., M.Par. (akademisi Unhi Denpasar), dan I Gusti Agung Paramita, S.Ag., M.Si. (akademisi Unhi Denpasar).

Cok Ace yang hadir secara langsung mengungkapkan bahwa Bali yang ditopang dengan kekuatan pariwisata dan taksu alam, menjadikannya memiliki keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dengan wilayah lain. “Semesta tanpa kita sadari sudah membentuk Bali sedemikian rupa dengan tata titi dan Asta Kosala Kosali-nya,” ujar Cok Ace.

Baca juga:  Wagub Cok Ace Sambut Baik Perhatian Bupati Lumajang untuk Pura Mandara Giri Semeru Agung

Dikatakan, pariwisata Bali datang dan masuk dari pintu selatan (Badung) yang secara niskala adalah letaknya Dewa Brahma (dapur). Diposisikan bahwa pariwisata yang berkembang di Bali selatan sebagai penopang atau penghasil rupiah yang menyerap devisa untuk pembangunan Bali secara keseluruhan.

“Oleh karena itu, jangan semua wilayah di Bali dikembangkan dengan konsep pariwisata yang sama. Tetapi apabila disesuaikan dengan asta dewatanya, maka di wilayah timur juga bisa dikembangkan menjadi pariwisata spiritual (spiritual tourism) dan spiritual religius, karena timur adalah tempat berstananya Dewa Iswara,” paparnya.

Mengacu pada lontar Padmabhuwana yang menyatakan bahwa Mpu Kuturan, sekitar abad ke-11 yang menyebut Bali sebagai Padmabhuwana. Danghyang Nirartha pada abad ke-15 juga menyatakan hal yang sama. “Artinya, Bali telah digambarkan sebagai satu kesatuan ruang yang dijaga oleh kemahakuasaan Dewata Nawasanga dengan atribut, karakter, dan fungsi masing-masing. Dalam ruang inilah, seluruh aktivitas masyarakat Bali berlangsung untuk mewujudkan tujuan hidupnya, moksartham jagadhita,” ujar Cok Ace.

Baca juga:  Libur Dipawali untuk Umat Hindu Etnis India

Tokoh Puri Agung Ubud ini mengatakan jika masyarakat Bali meyakini seluruh tindakannya dipayungi oleh kekuatan para dewa, sudah sepatutnya hidupnya sejahtera. Namun pada kenyataannya, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup masyarakat Bali masih belum sepenuhnya bisa diwujudkan. “Konsep Padma Bhuwana Bali ternyata sudah ada sejak zaman dahulu dan semesta tanpa sengaja sudah mempolakan letak wilayah berdasarkan karakter demografinya,” tandas Cok Ace.

Kepala LPPM Unhi, Dr. Made Novia Indriani, ST.,MT., menuturkan, bedah buku ini merupakan program kerja LPPM untuk meningkatkan kualitas, kuantias serta relevansi pengabdian kepada masyarakat pada Pusat Studi Pembanguann Perkotaan dan Wilayah. Sehingga, matching dengan Buku Padma Bhuwana Bali yang mengulas pembangunan Bali yang ada unsur arsitekturnya.

Wakil Rektor III Unhi Denpasar, Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si., mengatakan materi yang terkandung dalam buku “Padma Bhuwana Bali” ini telah memberikan pengetahuan baru kepada seluruh civitas akademika Unhi Denpasar. Apalagi penulisnya orang nomor dua di Pemprov Bali yang juga merupakan seorang guru besar di perguruan tinggi.

Baca juga:  Lepas PPAP Perwakilan Bali, Wagub Cok Ace Bekali Buku Padma Buana

Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Phil mengatakan Buku Padma Bhuwana Bali ini patut dibaca oleh seluruh krama Bali lintas generasi. Sebab, dalam buku tersebut dijelaskan secara gamblang bagaimana Bali harus dibangun dan diarahkan.

Tidak hanya pembangunan fisik, namun lengkap dengan dewata yang berstana di masing-masing arah. Selain itu, dalam buku tersebut juga bisa dipelajari konsep kepemimpinan sesuai tempat.

Di akhir acara, Wagub Cok Ace bersama Koordinator Staf Khusus Presiden RI A.A. Ari Dwipayana, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab melakukan penanaman bibit bunga cempaka dan bunga sandat di halaman kampus Unhi Denpasar. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *