Lahan parkir di dekat Pura Peninjoan, Banjar Batumadeg, Desa Besakih bisa dipakai lahan parkir bagi pemedek selama Karya IBTK di Besakih. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Tak hanya saat pelaksanaan Upacara Usaba Dalem Puri saja pemedek terkendala lahan parkir akibat dampak proyek penataan kawasan Besakih. Saat Upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih 2022 pemedek juga bakal kembali mengalami kendala lahan parkir kendaraan mengingat proyek penataan masih berlangsung.

Nantinya, para pemedek akan memanfaatkan lahan parkir pribadi milik warga setempat untuk parkir kendaraan. Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, tak menampik hal tersebut.

Baca juga:  Kedua Kalinya Ada Pamedek ke Pura Besakih Terjun ke Jurang, Sekeluarga Dilarikan ke RS

Dirinya mengakui, kalau lahan parkir untuk menampung kendaraan bagi pemedek yang bakal tangkil untuk melakukan persembahyangan memang kembali menjadi kendala ditengah masih berlangsungnya penataan kawasan Besakih. “Lahan parkir memang masih menjadi kendala selama berlangsungnya karya,” ucapnya.

Widiartha, menambahkan, kalau selama berlangsungnya karya IBTK selama 21 hari, untuk lahan parkir kendaraan para pemedek pihaknya masih mengandalkan lahan pribadi milik warga yang selama ini dimanfaatkan untuk parkir. “Cukup banyak lahan pribadi warga yang dijadikan parkir kendaraan pemedek setiap karya. Lahan parkir itu tersebar di beberapa titik di Besakih. Jadi, nanti petugas kepolisian mengarahkan pemedek ke kantong-kantong parkir tersebut,” katanya.

Baca juga:  Puluhan Mobil dan Sepeda Motor Patwal Dikumpulkan

Bahkan, kata Widiartha, lahan yang ada di dekat Pura Peninjoan sudah dilakukan penataan oleh pengempon pura. Sehingga, bila nantinya kantong-kantong parkir pribadi telah penuh berisi kendaraan, maka nantinya kendaraan para pemedek bisa diarahkan kesana. “Disana bisa menampung kendaraan sekitar 500 unit,” jelas Widiartha.

Disinggung apakah ada permintaan untuk menghentikan sementara pengerjaan proyek selama karya, Jro Widiartha, menegaskan, kalau pihak panitia tidak ada mengajukan permohonan untuk menghentikan pengerjaan proyek. Pihaknya hanya menyampaikan ke pemborong atau kontraktor kalau akan berlangsungnya karya IBTK. “Kita dari panitia tak ada meminta itu, karena tak menggangu rangkaian upacara. Kita hanya menyampaikan kalau dalam waktu dekat akan berlangsung karya, itu saja,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Fast Boat Diduga Langgar Prokes Viral di Medsos, Operatornya Dipanggil Satpol PP Bali
BAGIKAN