Polisi melakukan olah TKP setelah ruang tempat penyimpanan oksigen dan UGD di Puskemas Sawan I terbakar, Minggu (13/3). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Banjar Dinas Tegal Desa Sangsit, Kecamatan Sawan dihebohkan dengan kebakaran gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Sawan I. Peristiwa ini terjadi Minggu (13/3) sekitar pukul 06.00 WITA.

Kepala Seksi (Kasi) Humas AKP Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Andrian Parmudianto membenarkan telah terjadi kebakaran. AKP Sumarjaya menyebutkan, pertama kali kebakaran ini diketahui oleh warga yang tinggal di sekitar gedung puskemas.

Melihat api sudah membakar di salah satu ruang puskemas, warga lantas menginformasikan kejadian itu kepada perangkat Desa Sangsit. Setelah dicek oleh perangkat desa, api sudah menyala di salah satu ruangan puskemas.

Aparat desa ini kemudian mencoba untuk memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dipasang di ruangan puskemas. Namun tidak berhasil, karena api dengan cepat membesar. Kahwatir menyebabkan kebakaran lebih parah, kemudian aparat desa meminta bantuan pemadaman dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng.

Baca juga:  Tak Hanya Lalap Sejumlah Bangunan Villa, Kebakaran Juga Hanguskan Pura Warga

Sebanyak 1 unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian. Dibantu warga, api baru bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian. “Pertama kali api ditemukan menyala di ruang yang difungsikan menyimpan oksigen kemudian meembet ke ruang lain. Awalnya perangkat desa dan warga yang menemukan akan memadamkan api dengan APR yang terpasang di puskemas, namun api cepat membesar hingga meminta bantuan mobil pemadam,” katanya.

Akibat kebakaran ini, peralatan dan surat-surat penting yang tersimpan di dalam gedung kantor gagal diselamatkan dan hanya tinggal puing. Selain itu, 1 unit tempat tidur pasien juga turut terbakar.

Baca juga:  "Bale Daja" Terbakar, Kerugian Semiliar Rupiah

Setelah peristiwa ini, aparat kepolisian langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi. Dari kesimpulan awal, diduga kebakaran karena korsleting.

Untuk meyakinkan lagi penyebab kebakaran, dilakukan penyelidikan dengan mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor). “Ada dugaan karena arus pendek, namun ini masih didalami lagi dengan mendatangkan tim labfor, sehingga penyebab pasti kebakaran ini bisa kita ketahui,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Buleleng dr. Sucipto mengatakan, sebelum kejadian puskemas sedang tutup karena hari libur. Beruntung api dengan cepat dipadamkan sehingga tidak memicu kerusakan yang lebih parah.

Baca juga:  Kebakaran di TPA Temesi, Damkar dari Kabupaten/Kota Lain Diminta Bantu Pemadaman

Dari koordinasi dengan kepala puskemas, ruangan tempat penyimpanan oksigen dan Unit Gawat Darurat (UGD) mengalami kerusakan. Ruang UGD terdampak karena dekat dengan ruang tempat penyimpanan oksigen yang terbakar pertama kali.

Sedangkan, ruang pelayanan poliklinik dipastikan tetap bisa melakukan pelayanan secara normal. Setelah proses pemeriksaan oleh polisi, pelayanan UGD untuk sementara akan dijadikan satu dengan ruangan di poliklinik.

Secara keseluruhan, kerusakan materiil akibat kebakaran ini sekitar Rp 5 juta. “Ruangan yang terdampak hanya ruang penyimpanan oksigen dan UGD. Ruang poli tidak terdampak, sehingga tetap melakukan pelayanan,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN