Universitas Bali Internasional (UNBI) melaksanakan musyawarah rencana pembangunan dan pengembangan UNBI tahun akademik 2021/2022 pada Sabtu (29/1) di Kampus UNBI, Jalan Seroja, Gang Jeruk, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Universitas Bali Internasional (UNBI) melaksanakan musyawarah rencana pembangunan dan pengembangan UNBI tahun akademik 2021/2022 pada Sabtu (29/1) di Kampus UNBI, Jalan Seroja, Gang Jeruk, Denpasar. Musyawarah ini dilakukan agar kegiatan yang direncanakan oleh prodi dan masing-masing unit bisa sinergis sehingga rencana kerja dapat berjalan optimal, efisien, dan semakin tajam dalam pengembangan institusi sesuai dengan visi-misi UNBI dan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada yayasan.

Rektor UNBI Prof. Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., mengatakan, Musrenbang seharusnya dilaksanakan pada Agustus 2021. Namun karena padatnya kegiatan, Musrenbang baru bisa terlaksana pada Januari 2022. “Musrenbang sangat penting dalam merencanakan arah pembangunan dan perencanaan serta pertanggungjawaban kepada yayasan sehingga pada masing-masing unit kegiatan dan pembiayaannya sudah jelas,” ujarnya.

Baca juga:  Musrenbang Kabupaten Karangasem, Bupati Dana Harapkan Usulan Peserta Sejalan Dengan RPJMD

Diakui, dalam membuat perencanaan UNBI memiliki konsep bottom up yaitu kebutuhan pada unit diselaraskan dengan keinginan dari atas atau pimpinan institusi. Sehingga, akan match antara kebutuhan pada unit terkecil dari institusi dengan pimpinan, dengan demikian perencanaan pembangunan akan lebih visible untuk dilaksanakan.

Rencana kerja yang dibuat setiap tahunnya adalah rencana untuk mencapai tujuan jangka panjang yaitu Menjadi Perguruan Tinggi Yang Profesional, Unggul dan Berbudaya di Tingkat Nasional dan Internasional Pada Tahun 2035. Untuk mencapai visi tersebut, UNBI telah memiliki Rencana Strategis (Renstra) yang diupdate setiap lima tahun.

Untuk setahun ke depan, UNBI diantaranya akan mengembangkan prodi baru, D4 TLM, S1 Hukum, S1 HI, S1 Administrasi Bisnis, S1 Administrasi Publik. Perencanaan ini dikatakan sedang dalam proses assesment.

Baca juga:  Kondisi Sejumlah Gedung OPD Memprihatinkan¬†

Selain itu, UNBI sedang mengusulkan program profesi fisio terapi. UNBI juga sedang mempersiapkan akreditasi Prodi Farmasi, persiapan akreditasi Bisnis Digital dan Prodi Informatika, dan persiapan reakreditasi Prodi Administrasi Rumah Sakit (ARS), (TLM), Psikologi dan Keselamatan Kecelakaan Kerja (K3).

UNBI juga akan melakukan pengembangan pembelajaran akademik dengan blended learning, karena tidak semua pembelajaran bisa dilakukan secara daring. Meski demikian daring akan tetap dimanfaatkan dan dikembangkan. Diakui dalam mencapai target tersebut, kendala setiap perguruan tinggi swasta (PTS) adalah jumlah mahasiswa karena COVID-19.

Baca juga:  Divonis Cerebral Palsy, Bayi 4 Bulan Ini Harus Keluar Masuk RS

Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia (AHBI) Dr. I Nyoman Astina mengatakan, Musrenbang sangat penting dan strategis untuk dilakukan dalam perencanaan kerja ke depan. Rencana pembangunan dan pengembangan juga sangat penting dibuat. “Ini adalah bekal yang harus ditaati karena pembuataan perencanaan tentunya sudah dianalisa dengan sebaik-baiknya dan cermat sesuai dengan kemampuan dan bukan angan-angan saja,” ujarnya.

Dengan adanya pembentukan prodi baru, UNBI memiliki 14 prodi. “Yayasan sangat mendukung apa yang akan dilakukan institusi karena akan bisa menambah student body dari UNBI. Karena jika total mahasiswa kita tidak sampai 1.000, akan dimerger dengan perguruan tinggi lain. Maka dari itu perlu menggencarkan promosi agar sampai ke masyarakat,” ujarnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN