Gubernur Bali periode 2018-2023, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., menginspirasi mahasiswa Universitas Bali Internasional (UNBI) Denpasar saat memberikan Kuliah Umum bertema "Gen-Z Penerus Masa Depan Bali: Membangun Peradaban Masa Depan Bali", di Aula UNBI Denpasar, Selasa (18/6). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali periode 2018-2023, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., menginspirasi mahasiswa Universitas Bali Internasional (UNBI) Denpasar saat memberikan Kuliah Umum bertema “Gen-Z Penerus Masa Depan Bali: Membangun Peradaban Masa Depan Bali”, di Aula UNBI Denpasar, Selasa (18/6).

Kuliah Umum dihadiri langsung oleh Rektor UNBI Denpasar, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM)., dan Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd.,CHT.,CHA., beserta seluruh civitas akademika UNBI Denpasar.

Rektor UNBI Denpasar, Prof. Bhakta mengakui bahwa dalam kepemimpinanya pada periode pertama sebagai Gubernur Bali banyak capaian yang telah dilakukan oleh Wayan Koster. Baik secara pembangunan infrastruktur fisik maupun adat dan budaya. Oleh karena itu, hal ini penting untuk diketahui oleh mahasiswa sebagai Gen Z agar bisa memilih pemimpin yang mempunyai pencapaian yang luar biasa ini. Apalagi, Wayan Koster telah mempersiapkan strategi untuk meneruskan program pembangunan Bali ke depan yang telah dirancang hingga 100 tahun ke depan. “Itu bagi kami di kaum intelektual termasuk mahasiswa dan sebagainya supaya melihat secara objektif apa track record yang telah dicapai, dan kemudian prospeknya ke depan, sehingga kita bisa memilih pemimpin yang rasional untuk memberikan yang terbaik bagi Bali,” ujar Prof. Bhakta.

Baca juga:  Gedung MDA Provinsi Dibangun Berlantai Tiga dan Berarsitektur Bali

Hal senada juga diungkap Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, I Nyoman Gede Astina. Bahkan, pihaknya menilai rancangan pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan ini sangat baik untuk masa depan Bali. Dimana, pembangunan Bali ke depan akan lebih terstruktur dan terarah, siapa pun yang menjadi pemimpin Bali ke depan. Sebab, Haluan Pembangunan Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-20125  telah dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023. “Kami civitas akademika UNBI mendoakan dan mudah-mudahan beliau (Wayan Koster,red) bisa kembali terpilih (sebagai Gubernur Bali periode kedua, red), sehingga konsep beliau ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai rencana beliau,” tandasnya.

Begitu juga oleh mahasiswa. Dalam kuliah umum ini, para mahasiswa sangat antusias berdiskusi dengan Wayan Koster. Mereka menyampaikan berbagai harapan terkait peran Gen Z dalam pembangunan masa depan Bali. Mereka ingin generasi muda Bali turut serta berperan dalam membangun Bali yang lebih baik hingga 100 tahun ke depan. Apalagi, Bali telah memiliki Haluan Pembangunan Masa Depan Bali, 100 tahun Bali Era Baru. Jangan sampai generasi muda yang memiliki kualitas yang memadai, namun lebih tertarik bekerja ke luar negeri, seperti ke kapal pesiar karena tergiur gaji yang didapatkan.

Baca juga:  Bantu Petani Panen Raya Buah, PDIP Gelar Serentak Pasar Gotong Royong

Menjawab pertanyaan tersebut, Wayan Koster tidak mempermasalahkan generasi muda Bali yang ingin mengembangkan karirnya ke luar negeri. Justru hal tersebut sangat baik untuk meningkatkan taraf kualitas hidupnya ke depan yang berimbas pada SDM Bali yang semakin berkualitas.  Bahkan, saat menjabat Gubernur Bali pihaknya membuat kebijakan berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2021 untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja migran Indonesia Krama Bali.

Pada kesempatan ini, Wayan Koster menyampaikan ada 6 masalah serius yang sedang dihadapi Bali. Di antaranya, terkikisnya adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal yang dapat mengancam keajegan dan daya tarik Bali.

Wilayah Bali yang kecil (luas 5.590 km2), telah menjadi pertarungan banyak pihak yang mengeksploitasi Bali. Kemudian, jumlah Penduduk Bali yang hanya 4,32 juta dan semakin meningkat, saat ini membutuhkan sumber kehidupan. Bali memiliki sumber daya alam yang semakin terbatas, dan hal ini akan mampu mengancam kehidupan masyarakat.

Lahan produktif dan sawah semakin berkurang akibat masifnya alih fungsi lahan dan kebutuhan pangan yang strategis semakin bergantung dari luar. Untuk mengatasi masalah itu, Wayan Koster menegaskan bahwa dirinya telah menyusun Pola Pembangunan Semesta Berencana di Bali melalui pembangunan masa depan Bali yang berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang berhasil diperjuangkannya di Pusat dan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125.

Baca juga:  Gubernur Koster Minta BPK Tak Ragu Berikan Opini Berdasarkan Kondisi Riil

Landasan ini diharapkan mampu membangun masa sepan Bali dengan memperkuat dan memajukan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali. Pengendalian alih fungsi lahan produktif dan sawah, terwujudnya kedaulatan pangan dan Bali mandiri energi dengan energi bersih. Terciptanya SDM Bali Unggul, meningkatnya pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi.

Mendengar hal tersebut, mahasiswa UNBI Denpasar memberikan “applause” terhadap kerja nyata yang telah dilakukan Wayan Koster sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023. Melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, Wayan Koster telah bekerja melakukan pemerataan pembangunan di Pulau Bali, melalui berbagai pembangunan infrastruktur. Meliputi, Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (dalam proses); Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali (sudah rampung 98 persen); Shorcut Singaraja-Mengwitani; Pelabuhan Sanur-Denpasar; Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida; Pelabuhan Bias Munjul-Nusa Ceningan; sampai Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, Gilimanuk-Mengwi (dalam proses). (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *