Tempat pengabenan di Setra Badung akhirnya diplaspas, Rabu (19/1). (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Proyek pembangunan tempat pengabenan di Setra Badung yang digarap kontraktor CV Agnesa Bangun Persada akhirnya rampung. Pekerjaan telah selesai per 31 Desember 2021 dan pada Rabu (19/1) dilakukan upacara pamelaspasan.

Pamelaspasan tempat pengabenan yang berlokasi di Setra Bugbug (bagian dari Setra Badung) ini dipuput Ida Pedanda Agung Putra Kemenuh, dari Griya Jro Agung, Tegal. Bendesa Adat Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Sudarma, saat ditemui di sela-sela upacara mengungkapkan proyek tersebut sudah selesai dikerjakan dan kini sudah diplaspas. “Jadi dengan diplaspasnya tempat pengabenan ini, berarti sudah bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca juga:  Komplotan ABG Ditangkap Usai Lempari Mobil Polisi

Dikatakan, sarana dan prasarana sudah siap, sehingga kalau pun masyarakat ada yang memanfaatkan, sudah bisa. Karena selain sarana dan prasarananya, pihaknya sudah membentuk pengelola yang akan mengatur semua kegiatan di tempat pengabenan ini.

Pengelolaan secara umum adalah BUPDA (Baga Utsaha Padruwen Desa Adat). Menurutnya, tempat pengabenan ini bertujuan untuk meringankan beban warga yang memiliki kematian. Terutama bagi krama yang tidak memiliki pawos (tempat) di Setra Badung. “Ini tujuan utama kita. Jangan sampai ada krama yang sudah kehilangan anggota keluarga, kembali diberatkan,” ujarnya.

Baca juga:  Pancoran Sapta Gangga, Tempat Berobat Medis dan Non-Medis

Terhadap adanya kekhawatiran akan menghilangkan tradisi, Rai Sudarma menampik hal itu. Karena pihaknya ingin tetap menjaga tradisi, sehingga apa yang dibangun di tempat pengabenan ini semua sesuai dresta yang ada.

Misalnya saja, ada bale semanggen, bale untuk layon, bale pawedan, bale galih, gudang alat, pamuun konvensional, bale pesandekan, serta asagan nanti dilakukan secara knocdown. “Karena ini menyangkut rasa. Kalau yang sudah permanen dibuat, nanti ada yang menilai itu sudah bekas,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Koster Minta Pelindo III Segera Hentikan Reklamasi

Seperti diketahui, rencana pembangunan tempat pengabenan ini sudah dirancang sejak 2017. Namun, akibat beberapa kendala, baru 2021 terealisasi.

Tempat pengabenan ini berada di lahan seluas 33 are di Setra Bugbug yang berada di kawasan Setra Agung Badung. Setra Agung Badung memiliki luas 9,3 hektare, sementara Setra Bugbug memiliki luas wilayah 40 are. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *