Dr. dr. IWG Artawan Eka Putra M.Epid. (BP/May)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam menghadapi omicron yang sudah masuk ke Indonesia, diharapkan vaksinasi diperkuat. Cakupan vaksinasi diharapkan minimal 90 persen per desa.

Epidemiolog dari Universitas Udayana (Unud) Dr. dr. IWG Artawan Eka Putra M.Epid., Minggu (19/12) mengatakan, faktor penyebaran omicron, varian baru ini salah satunya adalah ketimpangan cakupan vaksin, kepatuhan prokes dan mobilitas penduduk.

“Tidak terkait secara langsung dengan iklim. Untuk itu penting, ketika sudah terdeteksi di Indonesia, apalagi kasusnya mirip seperti di Belgia, tidak hanya 1 tapi sudah ada beberapa kasus karena melihat penyebarannya yang cepat, sehingga memang penting ke depannya adalah meningkatkan dan pemerataan cakupan vaksin,” ujarnya.

Baca juga:  Korea Selatan Alami Lonjakan Omicron, Pembatasan Diperpanjang

Contohnya di Bali, cakupan vaksin di Bali sudah melewati nasional secara keseluruhan. Meski demikian ada komunitas-komunitas tertentu per desa yang cakupannya belum mencapai target. Belajar dari pengalaman sebelumnya, adanya varian Delta memang menurunkan efektivitas vaksin dan hampir semua jenis vaksin. Walaupun demikian masih tetap efektif mencegah gejala yang berat.

Jika melihat data infeksi Omicron ini di Afrika Selatan pada yang sudah divaksinasi tetap bisa terinfeksi tapi gejalanya cenderung ringan. Berbeda ketika menginfeksi orang yang lebih tua, lebih muda yang belum tervaksinasi cenderung terjadi gejala yang lebih berat sehingga cakupan vaksinasi dan pemerataan vaksinasi per desa diharapkan tercapai minimal 90%.

Baca juga:  Respons Sasaran Melambat, Target Capaian Vaksinasi 75 Persen Tersendat

Penguatan terhadap protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Peningkatan kepatuhan ini penting di tengah mobilitas penduduk yang mulai meningkat.

Berdasarkan data terakhir yang ia pantau di google mobility report, penduduk di Bali mobilitasnya sudah mengalami peningkatan. Jadi untuk mengkompensasi ini maka pada liburan nataru, prokes harus benar-benar diterapkan. (Citta Maya/Balipost)

BAGIKAN