Petugas akan memberikan suntikan vaksin COVID-19 ke salah seorang warga. (BP/eka)

JAKARTA, BALIPOST.com – Vaksinasi menjadi salah satu cara untuk melindungi diri kita dari ancaman COVID-19. Untuk itu, masyarakat diminta untuk jangan lagi pilih-pilih vaksin, segera lakukan vaksinasi untuk melindungi diri dari resiko sakit berat jika terinfeksi COVID-19. Hal itu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, ditengah memantau kedatangan vaksin tahap ke-139 yang tiba, Senin lalu.

Johnny mengingatkan, sangat penting untuk kembali lebih mawas diri, menjaga dan melindungi diri, keluarga, dan orang terdekat dari ancaman COVID-19 ini. Karena disiplin protokol kesehatan juga tetap harus dilakukan. “Vaksinasi dan disiplin prokes adalah kombinasi yang dapat amat sangat membantu kita melindungi diri,” ujar Johnny.

Baca juga:  Konsisten, BRI Jadi Penyumbang Deviden Terbesar di 2020

Disisi lain, Kristianti sebagai salah satu penerima vaksin ditemui Jumat (3/12), mengatakan, vaksinasi yang diberikan secara gratis oleh pemerintah setidaknya telah menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat dari kekhawatiran penularan Covid-19. Terkait jenis vaksinasi yang diperolehnya, sepenuhnya dipercayakan kepada para medis. “Kita tidak memilih jenis vaksin apa yang diberikan, tentu pemerintah melalui tim medis sudah mengetahui hal terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, vaksin yang didatangkan kembali berupa vaksin Sinovac sejumlah 4 juta dosis. Vaksin itu tiba di tanah air dalam lima tahap, yakni tahap ke-139, 140, 141, 142, dan 143.

Baca juga:  Karangasem Masuk Risiko Sangat Tinggi, BPBD Himbau Waspada Bencana

Tahap ke-140 juga vaksin Sinovac sejumlah 4 juta dosis pada Selasa (30/11/2021) dan pada Rabu (1/12/2021) tiba dalam tahap ke-141 juga vaksin Sinovac dalam jumlah 3,6 juta dosis. Adapun pada tahap ke-142 yang tiba di tanah air berupa AstraZeneca dengan jumlah 9.114.040 dosis juga pada Rabu (1/12/2021).
Sementara pada tahap ke-143 tiba vaksin Pfizer dalam jumlah 191.880 dosis pada Kamis (2/12/2021). “Hingga sudah lebih dari 380 juta dosis vaksin yang datang di Indonesia baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun bentuk jadi,” ujar Johnny.

Baca juga:  Diguncang Gempa Berpotensi Tsunami, Warga di Larantuka Berhamburan

Pemerintah terus mendatangkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karenanya, pemerintah minta masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera divaksinasi dan jangan menunda-nunda, termasuk dengan alasan pilih-pilih merek vaksin. Karena semua vaksin aman dan berkhasiat.

Pemerintah mendatangkan lebih 20 juta vaksin dalam empat hari
terakhir, sebagai upaya keras dalam memenuhi kebutuhan vaksin bagi masyarakat Indonesia. Sejumlah daerah mengalami peningkatan level dan adanya kenaikan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga mengindikasikan masih adanya ancaman COVID-19. (Agung dharmada/Balipost)

BAGIKAN