Ilustrasi Fintech. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Trisno Nugroho, Kamis (2/12) mengatakan, pandemi COVID-19 turut mengakselerasi fenomena flight to digital pada hampir segala lini kehidupan masyarakat. Hal ini tak lepas dari kebutuhan masyarakat beradaptasi dengan menerapkan gaya hidup digital seiring dengan dibatasinya kegiatan secara offline.

Ia meyakini Bali memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi next Silicon Valley seperti di Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat dari laporan East Ventures berjudul Digital Competitiveness Index 2021, Bali berhasil meraih peringkat keempat dari 34 provinsi Indonesia dari sisi daya saing digital.

Baca juga:  Dukung Pungutan 10 Dolar

Fenomena gaya hidup digital, kata Trisno, terlihat jelas dari data Google pada 2020 bahwa satu dari tiga pengguna layanan digital di Indonesia adalah pengguna baru. Berseminya ekonomi digital di Indonesia tidak lepas dari berbagai inovasi dan disrupsi yang dijalankan para pelakunya.

Kombinasi inovasi pelaku ekonomi digital dengan tumbuhnya kebutuhan masyarakat telah mendorong munculnya pemain-pemain besar di bidangnya. Antara lain tumbuhnya startup financial technology (fintech), health technology, dan education technology semenjak pandemi.

Baca juga:  Konsumen dan Pedagang Eceran Optimis Ekonomi Bali Membaik

Kisah sukses Bali mengangkat daya saing digitalnya, ujar Trisno, tak lepas dari dukungan Pemda mengembangkan infrastruktur digitalnya. Jangkauan internet yang hampir menyentuh seluruh desa di Bali menjadi katalis tumbuhnya kewirausahaan digital di Bali.

Selain itu, Bali telah memiliki lingkungan dan komunitas internasional yang dapat menjadi sarana bagi pelaku startup dalam membangun jejaring. BI menelurkan berbagai kebijakan mendukung transformasi digital itu, salah satunya dengan sistem pembayaran berbasis QRIS yang diharapkan dapat menjadi solusi transaksi digital bagi para pelaku startup. (Citta Maya/balipost)

Baca juga:  Tiba di Bali, Ini Kata Pangdam Maruli
BAGIKAN