Polisi menunjukan balok bangunan kandang tempat korban gantung diri. (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Diduga depresi, seorang warga Desa Sekardadi, Kintamani mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban, Wayan Neen (58) ditemukan keluarganya sudah dalam keadaan meninggal di kandang babi Minggu (21/11).

Pertama kali, kejadian diketahui I Wayan Sukadana (36), anak korban. Saat itu sekitar pukul 03.30 wita, saksi dibangunkan oleh istrinya. Sebab tidak biasanya, tidak ada terdengar suara rintihan dari korban. Saksi pun langsung mendatangi kamar korban yang berada di sebelah kamar tidur saksi. Ternyata ayahnya tidak ada di kamar.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Sampel Swab Naik Drastis

Saksi kemudian mencari ayahnya ke kamar mandi dan sekitar rumah dibantu istri dan saudara kandung korban. Saat melintas di kandang babi, saksi mendapati ayahnya sudah dalam posisi gantung diri pada balok bangunan kandang menggunakan selendang.

Mendapati kejadian itu, para saksi langsung berusaha menurunkan korban. Namun nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan. Pihak keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

Baca juga:  Hadapi Wabah COVID-19, Kodam Sumbang 918 Kantong Darah

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta mengatakan dari hasil pemeriksaan medis dibantu tenaga kesehatan puskesmas setempat, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal akibat bunuh diri.

Mengenai motif korban nekat mengakhiri hidupnya, diduga karena depresi akibat sakit kanker usus menahun yang dideritanya. “Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi,” kata Sarta. (Dayu Rina/Balipost)

Baca juga:  Sehari Sebelumnya Nonton Pertunjukan PKB, Siswi SMA Ditemukan Meninggal

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *