Salah satu mitra GoCar sedang membawa penumpang. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – “Tolong pesankan Gocar ya, mami mau ke pengadilan,” demikian pesan yang masuk ke aplikasi WhatsApp milik Suci Cahyati pada pertengahan Juli lalu.

Perempuan yang berprofesi sebagai dokter ini lantas membuka aplikasi Gojek di handphone-nya dan melakukan pemesanan. Tak ada keraguan saat ia memesan, meski pun saat itu kasus COVID-19 sedang mengalami kenaikan cukup tinggi di Bali dan ibunya sudah termasuk kategori lanjut usia (lansia).

Tak menunggu lama, sebuah notifikasi berisi nama driver lengkap dengan status kesehatan sudah vaksinasi, suhu tubuh, dan kebersihan kendaraan muncul di aplikasi Gojek-nya. Ia pun meng-capture dan meneruskan notifikasi itu ke ibunya.

Ditanya soal ini, Suci mengatakan ia percaya para driver GoCar sudah divaksinasi, seperti tertera pada status di aplikasinya. Selain itu, sang ibu pun sudah divaksinasi lengkap. “Di dalam GoCar itu biasanya ada kaca pembatas, hand sanitizer, dan drivernya juga menggunakan masker. Jadi, saya cukup tenang mempercayakan ibu untuk bepergian,” imbuhnya sambil mengungkapkan bahwa sang ibu berprofesi sebagai pengacara.

Ia bertutur, di awal pandemi, dirinya memang membatasi ibunya bepergian. Sebab, belum ada vaksin COVID-19 dan virus corona ini juga masih diteliti pola penyebarannya.

Namun, seiring adanya vaksin dan proteksi yang diterapkan Gojek dalam memberikan kenyamanan dan keamanan ke pelanggannya, ia mulai mengizinkan ibunya menggunakan GoCar seperti saat sebelum pandemi. Selain itu pembayaran selalu dilakukan dengan GoPay sehingga tidak ada sentuhan apapun dengan driver.

Baca juga:  Gubernur Koster Resmi Berlakukan Penggunaan Pakaian Endek Bali

Terkait keamanan pelanggan, salah satu mitra driver GoCar, Ketut Wiriasa, mengakui sejak adanya program vaksinasi dan berbagai inisiatif yang dilakukan Gojek dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan, order mulai lancar. Meski, diakuinya, orderan tidak seramai saat belum pandemi. “Dulu di awal pandemi, order sepi sekali bahkan berhari-hari bisa tidak dapat orderan. Sekarang, sejak sudah divaksinasi lengkap, situasinya mulai membaik. Order sudah mulai meningkat. Mudah-mudahan pandemi cepat berlalu dan order bisa kembali normal,” harap Wiriasa.

Inisiatif J3K

Menurut Alfianto Domy Aji, Head Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim & Bali Nusra, Gojek memang berupaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan dan mitra sejak pandemi COVID-19 melanda. Ia mengatakan inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan disingkat J3K dihadirkan tanpa ada biaya tambahan. “Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan. Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan. Inovasi ini kami rangkai dalam sebuah inisiatif besar yaitu J3K,” jelas Domy belum lama ini.

Terkait adanya notifikasi tentang status kesehatan driver, dikatakannya itu merupakan aspek Jaga Keamanan di dalam inisiatif J3K. Di dalam aspek ini, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Baca juga:  Ratusan Warga Lebih Berhamburan ke Lapangan Astina

Prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide. Gojek, lanjutnya, juga mewajibkan driver menggunakan masker dan anjuran penggunaan sarung tangan, hingga tersedianya Zona Nyaman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara. “Inisiatif J3K ini juga merupakan upaya Gojek dalam memastikan seluruh ekosistem termasuk mitra dan pelanggan dapat tetap beraktivitas dan menjalani keseharian dengan produktif,” paparnya.

Ditambahkan VP Public Affairs Gojek, Michael Say, selama masa pandemi, Gojek telah mengeluarkan sekitar Rp 1 triliun untuk berbagai inisiatif mendukung mitra UMKM dan mitra driver. Inisiatif tersebut bertujuan membantu mitra bertahan, tumbuh, dan bangkit bersama menghadapi pandemi.

Dalam keterangan virtual yang dipantau dari Denpasar pada Jumat (5/11), ia mengatakan berkat dukungan mitra driver dan mitra UMKM selama 11 tahun ini, Gojek dapat terus memberikan dampak positif dalam memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat, yang tercermin melalui kontribusi ekosistem terhadap pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, dengan memahami kondisi pandemi merupakan masa-masa sulit bagi mitra, dalam dua tahun terakhir terdapat berbagai inisiatif bantuan kepada mitra sehingga bisa tetap memperoleh peluang pendapatan dan tetap tumbuh usahanya. “Semua ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan kami agar dapat #BangkitBersama,” paparnya.

Baca juga:  Disel Resmi Diberhentikan Jadi Anggota Dewan

Chief Transport Officer Gojek, Raditya Wibowo menyebutkan Gojek memiliki berbagai inisiatif untuk membantu mitra driver bisa tetap memperoleh order. “Kami secara konsisten memberikan subsidi promo bagi mitra UMKM yang tidak hanya bertujuan mendorong daya beli konsumen, tetapi juga menimbulkan efek bola salju sehingga mitra usaha dan mitra driver tetap bisa mendapatkan order,” jelasnya.

Selain itu, Gojek juga memfasilitasi akses vaksinasi COVID-19 untuk para mitra UMKM di berbagai daerah. Mitra driver, lanjut Raditya, juga dibantu dalam bentuk Program Kesejahteraan Mitra Driver yang terdiri dari tiga program utama.

Pertama, bantuan kebutuhan pokok, mencakup uang belanja sembako, voucher belanja sembako, voucher potongan harga sembako dari GoPay, serta voucher makanan murah dan sehat untuk keluarga mitra driver.

Kedua, bantuan penyediaan layanan dan perlengkapan kesehatan. Terdiri dari pembagian masker, hand sanitizer, disinfektan, kegiatan operasional Posko Aman, edukasi dan sosialisasi vaksinasi. Fasilitasi vaksinasi bagi ratusan ribu mitra driver di lebih dari 130 kota/ kabupaten juga diberikan lewat pos pelayanan vaksinasi bekerjasama dengan pemerintah dan swasta terkait.

Terakhir, bantuan pengganti pendapatan bagi mitra driver yang nonaktif sementara saat masa pemulihan dari COVID-19. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *