Ida Bagus Ketut Arimbawa. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Gempabumi kembali dirasakan oleh warga Karangasem. Gempa terjadi pada Jumat (29/10) pukul 23:00 WITA dengan lokasi di darat.

Menilik lokasinya di darat, peristiwa ini seperti gempa pada Sabtu (16/10) lalu. Pada saat itu, ribuan bangunan mengalami kerusakan, 1 korban jiwa, dan puluhan luka-luka di Desa Ban.

Dari laporan BMKG, gempa dirasakan di wilayah Tejakula, Tianyar, dan Kubu. Hasil analisa gempabumi ini magnitudonya 2,5.

Baca juga:  Minim Penerangan, RSUD Karangasem Gelap Gulita saat Malam

Episenter terletak pada koordinat 8,19° LS; 115,49° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 km barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km. Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar lokal.

Plt. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Sabtu (30/10) mengungkapkan, gempa memang kembali dirasakan oleh warga Karangasem. Pihaknya pun sudah berkoordinasi melakukan pengecekan dampaknya.

Baca juga:  Seminggu ke Depan, Potensi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

“Belakangan ini sudah ada dua kali gempa yang dirasakan warga. Sampai kemarin belum ada laporan kerusakan,” jelasnya.

Arimbawa, mengatakan, sejumlah wilayah di Kubu, salah satunya Desa Ban merupakan daerah rawan gempa. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.

“Hasil komunikasi dengan badan geologi bahwa gempa bisa saja terjadi saat ini, esok, sebulan atau setahun kemudian,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Dari Asrama TNI Dibobol Maling hingga Tambahan Harian Kasus COVID-19 Bali Masih Terjadi
BAGIKAN