Penanaman Mangrove - Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda bersama Bupati Jembrana menanam bibit Mangrove di Perancak dalam rangkaian Hari Sumpah Pemuda ke-93. (BP/Ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri pencanangan zona mangrove abadi Jembrana bertempat di Desa Perancak, Kamis (28/10). Jembrana memiliki luas hutan mangrove di kawasan pesisir sejumlah 86 hektare yang tersebar di Desa Perancak, Budeng serta Loloan Timur (Mertasari).

Pencanangan dirangkaikan peringatan hari sumpah pemuda ke -93 itu, wujud nyata komitmen dalam menjaga mangrove Jembrana sesuai fungsinya untuk konservasi, ekologi, ekonomi, dan edukasi .

Secara simbolis, diawali dengan penanaman bibit pohon mangrove oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Bupati Jembrana , Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna serta jajaran Forkopimda Jembrana.

Baca juga:  2020, Unesco akan Revalidasi Geopark Batur

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat desa Perancak serta pecinta lingkungan atas partisipasinya dalam memelihara kawasan mangrove.

Wayan Koster mengatakan kali pertamakali hadir di Desa Perancak. Ia menyebut , Perancak sangat potensial dikembangkan sebagai desa wisata. Selain memiliki areal mangrove, juga terdapat sungai berukuran lebar sehingga potensial dikembangkan sebagai wisata air. “Saya rasa potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata. Ini satu satunya di Bali, tidak ada yang lain. Terlebih memiliki areal mangrove cukup luas, jadi mohon dijaga,” kata Koster.

Baca juga:  Masih Besar, Kesenjangan Pembangunan di Bali

Menurutnya, destinasi di Perancak ini tinggal dikembangkan lagi. “Sangat cocok untuk wisata air . Kita akan buat festival untuk jukung dan perahu yang ada disini. Tinggal dikemas yang bagus sekaligus menghidupkan sektor kelautan unggulan di Jembrana,” tandasnya.

Sementara Bupati Tamba mengatakan sebagai pilihan destinasi wisata, mangrove di desa Perancak memiliki pengaruh yang besar. Karena itu, Pemerintah daerah sangat concern akan kawasan mangrove di areal ini sekaligus dicanangkan sebagai zona abadi Jembrana. Daya tarik kawasan mangrove itu akan dipadukan dengan kawasan wisata air diperairan Tibukleneng.

Terkait pengembangan kawasan wisata di Perancak, usai menyusuri perairan Tibukleneng bersama gubernur dan rombongan, Bupati Tamba mengatakan tengah menyiapkan kawasan wisata Tibu Kleneng Tower Park (Tiktop). Tiktop akan berdiri di perairan Tibu Kleneng Desa Perancak memiliki berbagai daya tarik wisata. Sebagai pertemuan 9 sungai di Jembrana, perairan Tibukleneng membelah kawasan hutan Mangrove.

Baca juga:  Diguyur Hujan Lebat, Tebing di Tangga Pura Pasar Agung Amblas

Tamba menjamin keberadaan Tiktop nanti tidak akan mengganggu kelestarian mangrove dan ekosistem lainnya. Namun justru akan mempertahankan luasan areal saat ini. “Luas areal tetap tidak akan berkurang karena hanya menggeser areal titik Tiktop. Jadi luasnya areal mangrove tetap tidak berubah. Untuk melihat mangrove harus dilihat dari ketinggian sehingga perlu ada tower. Agar terlihat lebih indah,” pungkas Tamba. (Adv/Balipost)

BAGIKAN