Gubernur Bali Wayan Koster menerima bantuan 50 ton beras untuk Provinsi Bali dari PT. Garuda Adhimatra Indonesia yang merupakan pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park Bali di halaman kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (21/10). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih saat menerima bantuan 50 ton beras untuk Provinsi Bali dari PT. Garuda Adhimatra Indonesia yang merupakan pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park Bali. Penyerahan secara simbolis dilakukan di halaman kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (21/10).

“Mewakili pemerintah Provinsi Bali dan atas nama seluruh masyarakat Bali kami menyampaikan apreasi atas kontribusi PT. Garuda Adhimatra Indonesia selaku pengelola GWK sebagai salah satu destinasi pariwisata Bali yang memiliki potensi besar sebagai produk wisata terdepan, dalam membantu masyarakat Bali yang saat ini paling terdampak pandemi Covid-19,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini, mengatakan bahwa Bali sebelum pandemi bertumpu pada sektor andalan, yakni pariwisata. Saat pandemi terjadi, pariwisata Bali jatuh dan berimbas pada sektor-sektor pendukung lainnya yang menyebabkan perekonomian Bali berkontraksi cukup dalam dan nyaris lumpuh.

Baca juga:  Bali akan Dibuka untuk Wisman, Pelaku Industri Pariwisata Lokal agar Dilibatkan

Kantong-kantong pariwisata Bali yang awalnya bak gula dikerubuti semut, tak hanya diminati para pelancong, namun juga menjadi ajang para pelaku usaha luar untuk mengumpulkan pundi rupiah. Oleh karena itulah, Gubernur Koster ingin mengetuk kepedulian para pelaku usaha, untuk ikut menjaga keharmonisan di Bali terutama disaat terjadi bencana wabah seperi saat ini.

“Jadi sepantasnya GWK yang bergerak di sektor pariwisata untuk ikut berempati dan memiliki rasa tanggungjawab secara bersama-sama untuk menjaga manusia, alam dan kebudayaan di Bali agar tetap harmonis sehingga bisa bangkit bersama-sama dalam situasi terjelek sekalipun. Karena hukum keseimbangan alam Bali itu bekerja, jika setiap unsur sudah saling menjaga maka alam akan merestui para pelaku usaha yang peduli,“ kata Gubernur jebolan ITB Bandung ini.

Pada Bali era Baru ini, Gubernur Koster mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk menumbuhkan budaya yang memiliki sikap, komitmen dan tanggunguawab untuk saling menghidupi, menjaga, menghormati, sama-sama bisa tumbuh dan berkembang, dan sama-sama dapat menerima manfaat. Sehingga kendala-kendala bisa dihadapi. Begitu pula siapa pun yang datang ke Bali untuk mengembangkan ekonomi dan usahanya agar membangun budaya serupa.

Baca juga:  Keluarkan SE Garam Tradisional Lokal Bali, Bentuk Kepekaan Gubernur Koster Terhadap Ekonomi Kerakyatan

Jika tidak ikut merawat, maka ekosistem tidak akan baik. Dan apabila ekosistem tidak baik maka ekonomi pun tidak jalan. “Oleh karena itulah saya mengetuk hati nurani semua pelaku usaha untuk berderma, membantu masyarakat Bali yang sedang membutuhkan,” tegas Gubernur Bali.

Ia menyampaikan doa agar usaha GWK bisa lebih maju ke depan. Sehingga secara tidak langsung akan membangun pertumbuhan ekonomi Bali dan masyarakatnya.

Division Head Goverment Relation and Coorporate Affair PT. Garuda Adhimatra Indonesia, Erwyanto Tedjakusuma, mengatakan bahwa PT Alam Sutera Realty, Tbk. melalui anak perusahaannya PT Garuda Adhimatra Indonesia menyalurkan bantuan untuk Provinsi Bali sebagai sebuah dukungan bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam keberlanjutan penanganan pandemi Covid-19. Sekaligus sebagai wujud apresiasi dalam rangka peringatan Hari Pangan se-Dunia yang jatuh pada 16 Oktober.

Baca juga:  DPRD Bali Setujui Perubahan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021

“PT. Alam Sutera Realty Tbk. melalui PT. Garuda Adhimatra Indonesia secara konsisten menunjukkan bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, khususnya upaya penanggulangan yang telah diupayakan dengan sangat baik oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ujarnya.

Acara penyerahan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Povinsi Bali Gede Darmawa, serta dari pihak GWK Kadek Swandewi selaku Goverment Relation, dan Divison Head Markom Andre. (Winatha/balipost)

BAGIKAN