Dokumentasi warga dan petugas kebencanaan melakukan evakuasi warga yang tertimbun longsor di Trunyan, Kintamani pada Sabtu (16/10). (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Gempa tektonik berpusat di Karangasem terjadi Sabtu (16/10). Diduga akibat guncangan gempa dengan magnitudo 4,8 dan berpusat di darat ini, longsor terjadi di Desa Trunyan, Kintamani.

Informasi dari BPBD Bangli, terdapat 4 warga dalam satu rumah tertimbun longsor. Rinciannya Made Mudawati (50), Novitasari (17), Ni Kadek Wahyuni (25) dan Lionel (8).

Sedangkan diduga masih ada 4 orang lagi yang saat itu berada di rumah tersebut namun berhasil ke luar saat longsor terjadi. Yaitu Dede Solikin (28), Ni Putu Wahyuni (28), Devina (4 th), dan seorang bayi berusia 4 bulan.

Baca juga:  Tak Hanya Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Harian Terbesar, Daerah Ini Juga Catatkan Kematian Tertinggi

Terkait data ini, BPBD Bangli belum bisa dikonfirmasi. Namun, Babinsa Desa Trunyan, I Wayan Asli, yang dihubungi lewat telepon mengatakan proses evakuasi longsor sudah selesai dilakukan. Para korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Dikatakan Asli, rumah yang tertimbun longsor itu ada di Banjar Persiapan Cemara Landung. Gempa terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Korban tertimbun longsor posisinya ada di dapur rumah. “Mungkin saat itu lagi ngopi karena kerjanya nyari ikan,” kata Asli. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Zona Orange Ini, Dua Hari Jadi Penyumbang Tambahan Korban Jiwa COVID-19 Terbanyak
BAGIKAN