Ilustrasi -Seorang wanita berjalan dengan payung di tengah hujan saat Topan Chanthu mendekati Shanghai, China, Selasa (14/9). (BP/Ant)

BEIJING, BALIPOST.com – Banjir akibat topan kompasu yang terjadi di wilayah China Selatan, telah menewaskan 15 orang di wilayah utara. Namun kekuatan topan yang bergerak di atas Pulau Hainan melemah saat memasuki Teluk Beibu pada Kamis pagi (14/10).

Biro Meteorologi Hainan, dikutip dari kantor berita Antara, mencatat topan yang terjadi sejak Rabu (13/4) pukul 15.30 waktu setempat (14.30 WIB) itu berkecepatan 118,8 kilometer. Otoritas di Provinsi Hainan telah membatalkan sejumlah penerbangan, perjalanan kereta api, dan feri yang terhubung dengan wilayah Provinsi Guangdong.

Baca juga:  Kenaikan Kasus COVID-19 Varian India di Guangzhou, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Sejumlah taman kanak-kanak, sekolahan, lokasi proyek konstruksi, dan objek wisata ditutup sementara pada Rabu (13/10).

Kontrol lalu lintas di sepanjang jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau ditingkatkan, namun semua kapal dilarang melintas di bawahnya.

Sementara itu, banjir di Provinsi Shanxi telah menewaskan 15 orang, sedangkan lima lainnya tidak diketahui nasibnya. Bencana banjir yang terjadi pada 2-7 Oktober telah menyebabkan kerugian ekonomi hingga mencapai 5 miliar yuan (Rp11 triliun). (Kmb/Balipost)

Baca juga:  Sungai Meluap, Puluhan Siswa di Seraya Tak Sekolah

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *