Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Zhu Xinglong. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tiongkok akan memperdalam kerjasama penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi dengan Indonesia di masa pascapandemi. Khususnya, mendorong warga Tiongkok untuk kembali berkunjung ke Bali, NTB dan NTT. Demikian disampaikan Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Zhu Xinglong, saat acara peringatan HUT ke-72 Republik Rakyat Tiongkok, Selasa (28/9) secara virtual.

Zhu Xinglong mengatakan, menghadapi pandemi Covid-19, Tiongkok dan Indonesia bahu-membahu dan saling membantu. Kerjasama dan persahabatan antara kedua negara terus meningkat selama masa pandemi. Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang memberikan bantuan penanganan pandemi kepada Tiongkok, begitu juga sebaliknya.

Saat Indonesia dilanda pandemi COVID-19, Tiongkok juga segera memberikan bantuan peralatan medis, berbagi pengalaman dalam diagnosis, pengobatan, pencegahan dan pengendalian. Juga menjalin kerjasama dalam penelitian dan pengembangan serta produksi vaksin.

Vaksin dikirim dari Tiongkok untuk ikut membantu Indonesia mengendalikan pandemi. Konsulat Jenderal RRT di Denpasar juga selalu memperhatikan situasi pandemi di Indonesia, khususnya di Bali, NTB dan NTT, dan telah menyumbangkan peralatan medis dan sembako.

Baca juga:  Tiap Tahun 600 Orang Tewas di Jalan

Dikatakan, Tiongkok menjadi satu-satunya kekuatan ekonomi utama yang mencapai pertumbuhan positif pada tahun 2020. Pada tahun 2021, pemulihan ekonomi Tiongkok terus berjalan dengan stabil.

Pada paruh pertama tahun ini, PDB Tiongkok mencapai 53,2 triliun yuan, tumbuh 12,7% tahun ke tahun. Total ekspor impor meningkat 27,1% tahun-ke-tahun. Ini tentu saja memberi keyakinan dan harapan besar bagi pemulihan ekonomi global.

Pada masa pandemi, kerjasama Tiongkok dan Indonesia di bidang perdagangan dan investasi juga terus ditingkatkan. Pada paruh pertama 2021, nilai perdagangan kedua pihak mencapai 53,57 miliar dolar AS dengan pertumbuhan lebih dari 50%, investasi langsung Tiongkok di Indonesia mencapai 1,11 miliar dolar AS dengan pertumbuhan hampir 20%.

Proyek-proyek kerjasama Belt and Road berjalan dengan baik, salah satunya dengan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang telah memasuki tahap pembangunan yang strategis. Pada 2021 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-14 dan Tujuan Jangka Panjang 2035 Tiongkok.

Tiongkok akan memulai perjalanan baru untuk membangun negara sosialis modern secara menyeluruh. Berada di titik awal sejarah baru, Tiongkok akan terus memperluas pembukaan tingkat tinggi terhadap dunia, mempercepat penerapan pola pembangunan baru sirkulasi ganda, dimana sirkulasi domestik dan internasional dapat saling menguatkan, dengan sirkulasi domestik sebagai andalan.

Baca juga:  Korupsi Bedah Rumah di Karangasem : Mantan Bupati Mas Sumatri Bersaksi, Bupati Badung Ikut Terseret

Tiongkok akan terus berbagi peluang bersama dengan negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tiongkok akan selalu menjadi pembangun perdamaian dunia, kontributor perkembangan global, dan pembela tatanan internasional untuk mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia dan mencapai dunia yang lebih baik.
‘’Kami berharap Tiongkok dan Indonesia makin makmur sejahtera, masyarakatnya hidup sehat dan bahagia. Persahabatan kedua negara kekal abadi selamanya,’’ ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-72 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Semoga Tiongkok semakin makmur dan sejahtera. Koster berharap persahabatan Tiongkok dengan Indonesia, khususnya Bali akan kekal abadi. Kerjasama Tiongkok dan Indonesia dalam menghadapi pandemi covid-19 telah terjalin baik dan terus meningkat.

Wayan Koster. (BP/Istimewa)

Sejak berdiri tahun 2015, Konjen RRT di Denpasar telah menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah Provinsi Bali di berbagai bidang. Hubungan kedua pihak ini tetap terjaga dengan baik. Ia berharap ketika pintu masuk Bali sudah kembali terbuka untuk wisatawan mancanegara, warga Tiongkok yang sudah rindu ke Bali bisa segera kembali berkunjung dan berwisata ke Bali.

Baca juga:  Perhatian Dunia Fokus ke Tiongkok dan Amerika Serikat

Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menyampaikan hal yang sama. Dalam konteks hubungan RRT- Bali, melalui Konjennya di Denpasar, telah dirasa terjalin kerjasama di segala bidang, khususnya dalam bidang pariwisata, mengingat Bali adalah daerah tujuan wisata. Kunjungan wisatawan masyarakat Tiongkok ke Bali, sebelum pandemi semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan pariwisata akan meningkatkan hubungan people to people. Ini merupakan ujung tombak dari peningkatan hubungan kedua negara yang akhirnya akan meningkatkan hubungan bilateral di bidang lain, termasuk perdagangan, industri dan sebagainya. Ia berharap, seiring semakin melandainya Covid-19, ke depan hubungan pariwisata dari RRT akan semakin meningkat, dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan dari negeri Tirai Bambu ini. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *