Lapangan Kapten Mudita. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli berencana membangun pusat olahraga atau sport center. Lokasinya di wilayah Kota Bangli.

Untuk pengadaan lahan dalam rangka persiapan pembangunan pusat olahraga tersebut, Pemkab akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar di APBD 2022. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya, Senin (27/9) mengungkapkan saat ini Lapangan Kapten Mudita yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga sedang direnovasi.

Baca juga:  Tunggakan BPJS di RSU Bangli Capai Rp 2,3 Miliar

Lapangan itu nantinya akan menjadi alun-alun. Sebagai gantinya, Pemkab bakal menyiapkan pusat olahraga atau sport center di seputaran Kota Bangli.

Di pusat olahraga itu nantinya akan disediakan sejumlah fasilitas untuk berbagai cabang olahraga sepak bola, atletik, renang dan lainnya. “Nanti akan ada lapangannya, ada GOR-nya, ada stadionnya, ada tribunnya. Lengkap,” ungkap Ganda.

Diperkirakan luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun pusat olahraga, sekitar enam hektare. Pengadaan lahan rencananya dilakukan di tahun 2022.

Baca juga:  Berdalih Hilangkan Ilmu Perdukunan, Kakek Gauli Cucu Hingga Hamil

Pemkab harus membeli lahan karena tidak punya lahan seluas itu. Kata Ganda, Bupati bersama tim sudah sempat melakukan survey lahan di seputaran Kota Bangli lewat pemetaan goggle.

Wilayah Kota dipilih sebagai lokasi agar lebih mudah diakses dari jalan umum. Untuk pengadaan lahan, Pemkab Bangli bakal menyiapkan anggaran Rp 15 miliar di APBD 2022.

Sedangkan untuk pembangunan fasilitas olahraganya akan dilakukan bertahap pada tahun berikutnya. Pemkab sudah membuat masterplannya.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal Terbaru, Jasadnya Masih di RSU Bangli Karena Ini

Biaya untuk pembangunan fasilitas olahraga direncanakan menggunakan dana dari berbagai sumber. “Dari APBD dan bisa dari sumber-sumber lainnya misalnya dari BKK atau dari pusat,” ujarnya.

Pembangunan pusat olahraga itu diperkirakan membutuhkan biaya hingga Rp 200 miliar lebih. Pihaknya tidak bisa menyampaikan kapan pusat olahraga itu ditargetkan bisa tuntas dibangun. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *