Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak donor darah di Aula Makorem 163/Wira Satya, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memperingati HUT ke-76 TNI, Kodam IX/Udayana bersama jajarannya melakukan berbagai kegiatan sosial diantaranya donor darah. Selain itu, momen peringatan TNI akan diisi peresmian pompa hidram untuk membantu petani Bali, baik memenuhi kebutuhan air bersih dan mengairi sawah.

Kegiatan donor darah dilakukan di Aula Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Rabu (22/9). Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak ikut mendonorkan darahnya. Dari kegiatan ini terkumpul 134 kantong darah terdiri dari golongan darah A berjumlah 29 kantong, B sebanyak 42 kantong, AB sebanyak 5 dan golongan darah O sebanyak 58 kantong.

Baca juga:  Musnahkan BB Kasus Prajurit TNI, Ini Harapan Kepala Odmil Denpasar

Pangdam Maruli menyampaikan, kedepan pihaknya akan menjadwalkan donor darah setiap satuan. Tiap tiga bulan akan didata oleh satuan masing-masing. Tujuannya supaya tersedia cadangan darah di PMI. “HUT TNI ini ada satu momen yang cukup unik yaitu rencana akan meresmikan pompa hidram untuk pengairan sawah. Mudah-mudahan ini dapat dijadikan suatu pilot project untuk mengatasi permasalahan lahan sawah maupun kebun tadah hujan dan bahkan yang selama ini tidak bisa diolah,” ujarnya.

Baca juga:  Diduga Jatuh di Pelabuhan Padangbai, Pencarian Belum Peroleh Hasil

Terkait air bersih maupun sanitasi, kodam bersama jajarannya telah membuat 151 titik air tersebar di Bali-Nusra dan akan dilanjutkan sebanyak 51 titik. Dengan demikian, target 202 titik bisa terealisasi dan diharapkan bulan depan bisa diselesaikan.

“Ini semua merupakan hasil kerja kita bersama. Semua yang ada di Kodam IX/Udayana ini mempunyai andil dalam pelaksanaan pembuatan kegiatan-kegiatan sosial,” tegasnya.

Baca juga:  Beragam Persoalan Ini, Sebabkan Wisatawan Australia Beralih dari Bali

Terkait proyek pengairan untuk pertanian, saat ini yang sedang berjalan di tiga wilayah yaitu Sumba Timur sekitar 460 hektar lahan, Sumba Tengah yang baru terdata ada 5.000 hektar berupa kebun jagung yang belum dialiri air dan di Tabanan seluas 220 hektar.

Mayjen Maruli berharap ide-ide yang sudah dikerjakan ini bisa bermanfaat sehingga perekonomian masyarakat bisa tumbuh. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *