Bupati Suwirta saat proses pemberian uang muka secara simbolis kepada rumah sakit. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 4 rumah sakit mulai menerima uang muka uji coba sistem pembayaran global budget tahun 2021, Rabu (22/9). Empat rumah sakit tersebut, di antaranya RSUD Klungkung, Rumah Sakit Umum Permata Hati, Rumah Sakit Umum Bintang dan RSUD Gema Santi Nusa Penida. Pemberian uang muka ini menjadi wujud kesungguhan ikhtiar dalam mengimplementasikan sistem global budget.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai melakukan penyerahan uang muka secara simbolis di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung, menyampaikan agar seluruh rumah sakit memiliki komitmen yang sama dalam mengawal program global budget ini. Agar dalam proses uji coba ini, mampu membuat layanan kesehatan menjadi lebih efektif dan efisien. Karena akan lebih mengedepankan pencegahan dari pada penanganan.

Baca juga:  Di 2021, Klungkung Tuntaskan Ratusan Unit Bedah dan Rehab Rumah

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suwirta berharap semua pihak benar-benar lebih meningkatkan keseriusan untuk mendukung program global budget ini agar bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. “Lakukan langkah-langkah promotif, prepentif dan edukatif. Saya sangat antusias dengan program ini. Kita semua harus punya pemikiran yang sama, sehingga bisa menghasilkan output dan outcome maksimal dalam sistem pelayanan kesehatan,” ujar Bupati Suwirta.

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB Agung Putu Darma menyampaikan dalam proses pengembangan sistem pembayaran global budget, kini sudah memasuki tahap pemberian uang muka. Ini menjadi kesungguhan ikhtiar dalam mengimplementasikan sistem global budget. “Dengan adanya sistem pembayaran global budget rumah sakit di wilayah Kabupaten Klungkung dapat meningkatkan pelayanan yang berkualitas dan efesien pada peserta JKN-KIS,” harapnya.

Baca juga:  Lestarikan Uang Kepeng, Bupati Klungkung Berikan Motivasi ke Perajin

Bupati Suwirta menambahkan, kecepatan dalam pelayanan dan ketepatan dalam penanganan, nanti akan sangat menentukan terlaksananya global budget ini. Artinya, tugas besarnya adalah bagaimana membuat masyarakat yang sakit dan berobat menjadi lebih sedikit. Pemerintah daerah menerima anggaran lebih dulu dari pusat. Jika semakin sedikit warga yang sakit, maka semakin sedikit anggaran terpakai. Sebaliknya, jika semakin banyak orang sakit, anggaran yang terpakai akan semakin banyak.

Baca juga:  Ikuti Rapat Terbatas dengan Kemendagri, Bupati Giri Prasta Siap Sukseskan "Grand Strategi Nasional" Hadapi COVID-19

Ia menambahkan, pada sistem global budget ini pelayanan kesehatan akan dikatakan berhasil jika jumlah warga sakit sedikit. Maka ke depan, petugas puskesmas beserta dokter akan lebih banyak turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan mengontrol kesehatan warga sebagai upaya pencegahan. Jadi, dengan sistem ini upaya pencegahan akan lebih banyak dilakukan dari pada penanganan di rumah sakit.

Untuk memuluskan program tersebut, Bupati Suwirta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanamkan sikap yang jernih, berpikir yang positif dengan niat yang tulus untuk mengajak masyarakat hidup sehat. (bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *