Pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Rabu (15/9), sejumlah peristiwa terjadi. Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online. Ini, cuplikan peristiwa dan link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

1. Dunia Sedang Alami Gelombang Ketiga COVID-19, Indonesia Diminta Waspada

JAKARTA, BALIPOST.com – Indonesia baru saja melewati second wave atau gelombang kedua pandemi COVID-19 pada Juli lalu. Namun, kewaspadaan terhadap pandemi diminta tak boleh kendor.

Sebab, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, Selasa (14/9) dalam rilis diterima, perkembangan kasus dunia sedang mengalami third wave atau gelombang ketiga yang kurvanya perlahan melandai. “Tugas besar kita sekarang mempertahankan kurva yang tengah melandai ini. Terdapat 2 pelajaran utama menjadi catatan kita,” kata Wiku.

Selengkapnya baca di sini

2. Bali Jangan Terlena, ”Elingang” Ancaman Upacara Agama

DENPASAR, BALIPOST.com – Perubahan level PPKM di Indonesia, termasuk PPKM Bali yang turun ke level III sebaiknya mengacu pada indikator yang jelas dan terukur, sehingga keputusan yang diambil oleh pemerintah, betul-betul telah mempertimbangkan semua aspek, baik aspek kesehatan maupun ekonomi masyarakat. Terkait hal tersebut pakar kesehatan masyarakat, I Ketut Swarjana, SKM, M.P.H., Dr. PH., Selasa (14/9) mengatakan, pemerintah maupun masyarakat jangan sampai terlena dengan perubahan atau penurunan level PPKM.

Baca juga:  Penilaian Tuntas, Ini 32 Nominasi Ogoh-ogoh di Denpasar

Dikatakannya, walaupun level PPKM diturunkan, penularan Covid-19 sampai saat ini masih terus terjadi di masyarakat, terutama local transmission. Jika kita terlena dengan penurunan level PPKM, hal ini ditakutkan akan dipersepsikan kurang tepat di masyarakat, jangan sampai ada anggapan pelonggaran level PPKM disamakan dengan pelonggaran kedisiplinan protokol kesehatan.

Selengkapnya baca di sini

3. Singapura Kembali Pada Kehidupan Normal

SINGAPURA, BALIPOST.com – Setelah lebih dari setahun di bawah program percontohan untuk melonggarkan aturan pembatasan pergerakan, sekelompok pekerja migran mengunjungi daerah Little India di Singapura. Mereka merasakan kebebasan pertama pada Rabu (15/9).

Pembatasan pergerakan di Singapura itu diberlakukan untuk menghentikan lonjakan infeksi virus corona di asrama-asrama pekerja migran. Meski seluruh Singapura telah kembali ke kehidupan normal, para pekerja asing berupah rendah masih dibatasi pergerakannya dan diminta tetap berada di tempat tinggal mereka, selain untuk bekerja, rekreasi terdekat atau tugas penting.

Baca juga:  Ini, Kabupaten Terbanyak Sumbang Korban Jiwa COVID-19 Harian

Selengkapnya baca di sini

4. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali Jadi Pemajuan Budaya dan Industri Kreatif

DENPASAR, BALIPOST.com – Berbagai capaian selama tiga tahun kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), telah mampu diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yaitu alam, krama, dan Kebudayaan Bali yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Salah satunya pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung yang menuai apresiasi.

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, S.Sn., M.Sn., mengatakan bahwa pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung merupakan program pembangunan visioner sekaligus mengakar sesuai keunggulan dan keadiluhungan kebudayaan Bali. Apalagi, Bali merupakan pulau dengan aktivitas seni budaya dan juga industri kreatif kelas dunia.

Baca juga:  Eksekusi Bangunan di Tanah Negara, Satpol PP Gianyar Koordinasi dengan Pemprov Bali

Selengkapnya baca di sini

5. Sinyal Buka Pariwisata Bali Jangan Disikapi Jumawa, Syukuri Tapi Tetap Waspada

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali dalam sepekan ke depan (14-20 September) menjalani PPKM Level 3. Bahkan dalam evaluasi mingguannya, Senin (13/9), Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut B. Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah pusat akan mempertimbangkan Bali sebagai gerbang masuknya pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Saat itu, Luhut mengatakan jika kondisi penanganan COVID-19 di Bali terus membaik dalam satu hingga dua minggu ke depan, Bali akan dipertimbangkan menjadi pintu masuk PPLN yang kini syaratnya makin diperketat. Untuk saat ini, PPLN hanya boleh masuk lewat Bandara Soekarto-Hatta, Cengkareng, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado. “Sedangkan Bali, akan kita pertimbangkan untuk bisa jalan. Kita lihat dalam satu dua minggu ke depan,” kata Luhut dalam keterangan yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selengkapnya baca di sini

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *