Petugas ber-APD membawa peti jenazah pasien COVID-19. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan korban jiwa akibat COVID-19 di Bali pada Jumat (3/9) mencapai 18 orang. Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan hanya satu kabupaten yang nihil tambahan warga meninggal terpapar COVID-19, yaitu Jembrana.

Sumbangan kasus kematian terbanyak dilaporkan 4 kabupaten/kota masing-masing sebanyak 3 orang. Yakni Denpasar, Buleleng, Tabanan, dan Gianyar.

Disusul Badung dan Karangasem masing-masing sebanyak 2 orang. Dua kabupaten, yaitu Bangli dan Klungkung, sama-sama mencatatkan 1 korban jiwa.

Tabanan memasuki hari ke-58 berturut-turut mencatatkan korban jiwa. Kumulatifnya mencapai 293 orang. Jika dirata-ratakan, Tabanan melaporkan kematian harian sebanyak 5,05 jiwa.

Tiga pasien meninggal dilaporkan Tabanan seluruhnya pria. Berusia 60 hingga 75 tahun.

Baca juga:  Tekan Tingginya Kasus COVID-19, Bali Harus Manfaatkan Kearifan Lokal

Dari ketiga pasien ini, terlama dirawat sejak dikonfirmasi positif adalah pasien berusia 75 tahun. Pria ini terkonfirmasi pada 18 Agustus dan meninggal setelah 16 hari dirawat, 3 September. Sedangkan yang terpendek masa perawatannya adalah pria berusia 73 tahun yang terkonfirmasi 30 Agustus dan meninggal 4 hari kemudian, 3 September.

Tiga pasien dilaporkan Gianyar seluruhnya pria. Berusia antara 70 hingga 81 tahun.

Terlama dirawat adalah pasien pria berusia 78 tahun yang dikonfirmasi positif pada 26 Agustus dan meninggal 8 hari setelah dirawat, 3 September. Sementara yang terpendek mendapat perawatan adalah pasien pria berusia 81 tahun. Warga ini dikonfirmasi pada 31 Agustus dan meninggal tiga hari setelahnya, 3 September.

Baca juga:  Inmendagri No. 43 2021 Diterbitkan, Bali Masih Jalani PPKM Level 3

Tiga pasien meninggal dilaporkan Buleleng terdiri dari 1 pria dan 2 perempuan. Usianya antara 42 hingga 57 tahun. Dua pasien meninggal hanya menjalani perawatan sehari. Sedangkan satu pasien mendapat perawatan 3 hari setelah dikonfirmasi. Seluruhnya juga meninggal pada 3 September.

Tiga pasien meninggal dari Denpasar seluruhnya pria. Berusia antara 59 hingga 79 tahun. Terlama dirawat adalah pasien berusia 59 tahun yang terkonfirmasi 22 Agustus dan meninggal 12 hari setelah dirawat, 3 September.

Dua pasien meninggal dilaporkan Badung terdiri dari pria berusia 60 tahun dan perempuan berusia 57 tahun.

Dua pasien meninggal juga dilaporkan Karangasem. Terdiri dari pria berusia 65 tahun dan perempuan berusia 76 tahun.

Baca juga:  Diungkap, 3 Alasan Kenapa Kasus COVID-19 Bali Naik Tajam

Sementara itu, satu pasien meninggal dilaporkan Klungkung merupakan perempuan usia 57 tahun. Sedangkan pasien dilaporkan Bangli juga berjumlah 1 orang merupakan pria berusia 28 tahun.

Kumulatif korban jiwa mencapai 3.571 orang. Rinciannya 3.565 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 1.015 orang, Badung 527 orang, Tabanan 492 orang, Buleleng 483 orang, dan Karangasem 256 orang.
Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Gianyar 233 orang, Bangli 203 orang, Jembrana 189 orang, dan Klungkung 160 orang. Terdapat juga 13 warga masuk kategori Provinsi Bali tercatat meninggal dunia. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *