Pesilat beregu Made Ananta Pradnya (kiri), I Kadek Adi Santosa, dan Putu Yudhi Surya Pratama (kanan). (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali meloloskan silat di nomor seni tunggal dan ganda putra putri, serta beregu putra. Sedangkan, nomor beregu putri tidak dipertandingkan di PON Papua. Di antara nomor seni yang lolos, hanya beregu putra yang menyabet emas. Mereka bermaterikan Made Ananta Pradnya/I Kadek Adi Santosa/Putu Yudhi Surya Pratama.

Ananta, di Denpasar, Kamis (2/9) menerangkan, saat Pra PON diperkuat Ananta/Yudhi/Made Aldo Sancitayasa. “Regu ini mendulang emas pada Porprov Bali di Tabanan, sampai merebut tiket PON,” tutur Ananta. Akan tetapi, dalam perjalanannya Aldo Sancitayasa diterima pendidikan polisi, sehingga posisinya digantikan Adi Santosa. “Adi gabung di tim PON sejak Maret 2021,” terang Ananta.

Baca juga:  Karena Ini, Biaya Bayi Tabung di Indonesia Lebih Murah

Meskipun Adi baru bergabung, kata Ananta, tim ini sudah padu dan solid. Apalagi, latar belakang Adi yang biasa tampil di laga maupun seni. “Adi ini atlet asal Bangli, yang biasa membela Gianyar di Porprov,” ungkapnya. Sementara, untuk pasangan Ananta dan Yudhi memang langgeng sejak dulu, hingga juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Popnas sampai kejurnas.

“Seorang lagi pesilat yang tampil mendampingi mereka gonta-ganti, mulai Komang Harik Adi Putra, Agoes Kevin Dwi Kesuma Parta, sampai Wisnu Mahardika,” ucapnya. Yudhi sendiri merupakan atlet seni yang mengambil ekskul silat di SMP Dwijendra. Ananta menyatakan, saat ini persiapan mencapai 80 persen, tinggal memadukan wirama, wiraga, dan wirasa.

Baca juga:  Karena Rokok Pemuda Asal NTT Dibunuh

Sementara, Adi mengemukakan, walaupun dirinya bergabung baru Maret, namun cepat beradaptasi. Maklum, Adi biasa tampil di nomor seni bersama Putu Anom Wiraguna, yang kini lolos di PON nomor ganda, termasuk Adi biasa tampil bersama Kadek Pebrinata, yang juga lolos PON di nomor tunggal.

Di sisi lain, Yudhi mengakui, dirinya ikut Pra PON sampai rela meninggalkan pekerjaan dari sebuah swalayan di Denpasar. Selama turun di Porprov, Yudhi hanya mendapat izin empat hari. “Saya kira PON sangat bergengsi, makanya saya berani keluar dari pekerjaan,” tuturnya.

Baca juga:  Ratih Menikah, Tetap Ditarget Emas

Padahal, sebenarnya manajemen cukup terbuka dan bersedia menerima kembali pasca PON. Kenyataannya, PON mundur setahun gara-gara pandemi covid-19. “Saya berharap semoga usai PON, saya bisa diterima kerja kembali,” tukasnya. Ia pun berharap, gubernur bisa menampung para atlet untuk dipekerjakan, walaupun statusnya pegawai kontrak.

Pelatih seni PON Bali Made Alex Dwi Putra mengemukakan, persaingan di nomor seni cukup ketat. Apalagi, tim Jabar merupakan atlet pelatnas, berikut DKI juga patut diperhitungkan. “Namun, seni ini juga ada faktor keberuntungan. Misalnya, saat tampil pesilatnya salah memperagakan gerakan, maka otomatis nilainya akan berkurang,” tegasnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *