Sejumlah WNA berjalan-jalan di kawasan Sanur yang menjadi salah satu destinasi wisata di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 telah membuat sejumlah akomodasi di sektor pariwsata tutup. Baik itu usaha hotel, vila, maupun pondok wisata. Seperti yang terjadi di Denpasar.

Data yang dimiliki Dinas Pariwisata Denpasar tercatat jumlah akomodasi usaha perhotelan, pondok wisata dan vila sebanyak 551 usaha. Namun, akibat pandemi, dari jumlah tersebut sebanyak 16 usaha jenis hotel non berbintang, pondok wisata dan vila dinyatakan tutup permanen.

Baca juga:  Mudik Gratis Angkutan Laut Baru Terisi 50 Persen

Sedangkan 141 usaha yang tergolong hotel berbintang, non berbintang, pondok wisata dan vila dinyatakan tutup sementara. “Selama pandemi berlangsung berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pariwisata Kota Denpasar per Juli 2021, terdapat 16 akomodasi wisata berupa hotel non berbintang, pondok wisata dan vila dinyatakan tutup permanen,” kata Kadis Pariwisata Daerah Kota Denpasar MA Dezire Mulyani, Selasa (31/8).

Secara terperinci Kadisparda Dezire menyebutkan 16 usaha yang yang tutup permanen diantaranya 11 hotel non berbintang, 2 pondok wisata dan 3 vila. Sementara 141 usaha yang tak beroperasi sementara adalah 3 hotel berbintang, 70 hotel non berbintang, 32 pondok wisata, dan 36 vila.

Baca juga:  Sama dengan Sehari Sebelumnya, Dua Zona Orange Ini Tambah Belasan Kasus COVID-19

Sebelumnya Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar I B Sidharta Putra mengakui kondisi Pengusaha perhotelan di Bali benar-benar tiarap. Belum adanya kepastian kapan dibukanya pariwisata Bali, menambah situasi semakin suram.

Owner Santrian Grup ini menggambarkan situasi usaha perhotelan saat ini sudah habis-habis sama sekali. “Selaku pengusaha, apalagi yang harus kita omongkan, sekarang kondisi sudah habis, memang upaya pemerintah memberikan kebijakan mulai dari relaksasi, pemberian dana hibah, itu hanya sebulan dipakai sudah habis, kemudian dana PEN sudah ditawarkan ada yang mau ada pula yang tidak, jadi para pengusaha hotel di Bali saat ini benar-benar tiarap,” ucap IB Sidharta. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *