Seleksi siswa PPLP panjat tebing, di Lapangan Kompyang Sujana, Senin (30/8). (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seleksi guna menjaring program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) untuk cabor panjat tebing, diikuti 41 siswa, di lintasan Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Senin (30/8). Mereka berdatangan dari Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem, Buleleng dan Jembrana. Sedangkan, dua daerah yang tidak mengirimkan siswanya adalah Bangli dan Tabanan.

Wakil Ketua II Pengprov FPTI Bali Suhardi Eka Prasetia, di sela-sela seleksi menuturkan, peserta terdiri atas siswa putra (22) dan putri (19). “Para peserta ini akan beruji nyali di arena panjat tebing,” tutur Suhardi. Selanjutnya, kuota siswa PPLP hanya terbatas dan menjaring lima siswa.

Baca juga:  Bupati Artha Pantau Tes SKB Calon CPNS Formasi Jembrana

Sementara, untuk komposisi, Suhardi belum berani memastikan apakah putra (3) dan putri (2), atau sebaliknya, tergantung hasil prestasi selama seleksi. “Kami pantau dulu kualitas dan skill tiap atlet, apakah dominan putra atau putri,” ungkap dia. Pasalnya, kata dia, jika menjaring tiga atlet, maka dipastikan mereka bisa turun di nomor beregu.

Sedangkan, jika hanya dua atlet, mereka cuma bisa turun di nomor perorangan. “Secara teknik dasar, rata-rata peserta seleksi memiliki skill individu lumayan, namun kemajuan prestasi belum bisa dipantau,” kilah dia. Alasannya, hampir selama dua tahun ini sama sekali belum ada kejuaraan, mengingat pandemi covid-19.

Baca juga:  Hadapi Piala Soeratin U-17, Persibu Buleleng Seleksi Pemain

“Jadi, kami tidak bisa memonitor perkembangan maupun kemajuan prestasi atlet,” kata dia. Yang jelas, dalam event kejurnas rutin digelar antarsiswa PPLP. “Tahapan pencapaian prestasi atlet, akan di monitor terus,” terangnya. Karena itu, pihaknya akan terus memantau perkembangan prestasi atlet. “Seandainya atlet bersangkutan tidak ada kemajuan, maka terkena sanksi peringatan sampai ancaman pencoretan, dan akan dilakukan seleksi siswa lagi,” papar dia.

Ia menambahkan, bagi siswa PPLP disediakan asrama berikut konsumsi, termasuk uang saku. “Jika siswa yang lolos seleksi berasal dari luar Denpasar, maka sekolahnya bisa pindah ke Ibu Kota Provinsi Bali,” jelasnya.

Baca juga:  Ini, 10 Peserta IndonesiaNEXT 2018 yang Peroleh "Short Course" di Tokyo

Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika, menyatakan, di antara lima pelamar pelatih, telah diputuskan Dewa Putu Galih Perdana. Sejauh ini, menurut Yudi Atmika, Dewa Galih masih menangani tim panjat tebing Bangka Belitung (Babel), hingga pelaksanaan PON Papua. “Usai PON, Dewa Galih dipastikan menangani tim PPLP. Bahkan, Dewa Galih harus tinggal di asrama bersama siswa,” pesan dia. (Daniel Fajry/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *