Ni Kadek Rani Puspa Nirmala Sari. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Salah seorang pemain rugby tim PON Bali Ni Kadek Rani Puspa Nirmala Sari, tercatat pernah masuk skuad Timnas rugby. Bahkan, Rani setidaknya tiga kali dipercaya mengibarkan bendera Merah Putih, di event internasional.

Rani, di Denpasar, Jumat (27/8) mengemukakan, tiga event yang pernah diikuti adalah Asian Trophy di Brunei Darussalam (2018) Timnas menduduki peringkat ketujuh. Selanjutnya, Rani tampil pada Asian Trophy di Jakarta (2019), Indonesia meraih perunggu. Rani kembali dipercaya membela Timnas di ajang SEA Games di Manila, Filipina (2019) dan Indonesia menduduki peringkat keempat.

Baca juga:  Kempo Patok Dua Emas di PON Papua

“Timnas Indonesia baru pertama kali mengikuti hajatan multievent dua tahunan antarnegara di kawasan Asia Tenggara,” ujar Mahasiswi Penjas Undiksha Singaraja ini. Dia mengisahkan, awalnya dipanggil Timnas berkat rekomendasi pelatih atletik Made Kariyasa, yang konon rugby memerlukan atlet berlatar belakang sprinter.

“Secara kebetulan, saya merupakan atlet lompat jauh dan jangkit,” ungkap atlet kelahiran Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, 2000 ini.

Rani mengakui, dirinya belajar rugby mulai dari nol justru saat pelatnas. Ia pun heran, saat perekrutan dinyatakan lolos. Kemudian dilakukan perampingan atlet, langkah Rani masih juga melaju mulus. “Beberapa kali Timnas melakukan penciutan atlet, nama saya tetap saja tercantum, dan saya dipercaya menempati posisi sayap (wing),” kenang putri kedua pasangan I Ketut Suadnyana dan Ni Wayan Riantiasih ini.

Baca juga:  Atlet PON Rugby Belum Definitif

Kini, Rani bergabung bersama tim PON, sebagai persiapan tampil di Papua. “Waya kira pemain rugby di Bali justru menggeluti rugby lebih dulu dibandingkan saya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Rani menilai, tim cukup solid berkekuatan 12 pemain, yang turun di nomor seven rugby. Rani pun mematok target minimal pulang menggondol medali. “Astungkara, doakan saja tim Bali bisa merebut medali. Apalagi, PON Papua ini merupakan penampilan saya yang pertama,” ujarnya. Rani menyebutkan, pesaing berat datang dari tim tuan rumah Papua, DKI dan DIY. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *