Kondisi proyek Pasar Rakyat Jungutbatu pascaputus kontrak secara sepihak. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Setelah proyek Pasar Rakyat Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida dihentikan pengerjaannya, warga setempat mulai mempertanyakan kelanjutan pengerjaannya. Mereka pun kecewa, dan berharap pengerjaannya tetap bisa diselesaikan tahun ini.

Perbekel Jungutbatu Made Gede Suryawan, Senin (23/8) mengatakan pembangunan gedung pasar rakyat ini sebelumnya membuat para pedagang harus direlokasi ke lapangan desa setempat. Mereka sangat berharap pembangunan pasar cepat selesai.

Namun, kenyataannya proyek baru selesai bagian pondasi saja, sudah dihentikan pemerintah daerah setelah pemerintah memutuskan putus kontrak dengan pihak rekanan. Total, ada sebanyak 30-an pedagang yang direlokasi ke tempat sementara. Pedagang berharap segera memiliki pasar yang refresentatif.

Baca juga:  Majukan Pariwisata Nusa Penida, Pembangunan Infrastruktur Digenjot

Apalagi, Jungutbatu dikenal luas sebagai destinasi wisata. Keberadaan pasar ini sudah lama diharapkan warga agar bisa berjualan lebih aman dan nyaman.

Dia mengaku tidak tahu persis kenapa proyek senilai Rp 2,6 miliar ini diputus kontrak. Namun, melihat realita si lapangan, hasilnya memang jauh dari harapan pemerintah daerah.

“Kami tentu menginginkan proyek pasar rakyat ini bisa segera dilanjutkan. Kalau memang sudah putus kontrak dengan rekanan, agar bisa segera dilanjutkan oleh rekanan yang lain,” kata Suryawan.

Baca juga:  Harga Jual Telur Peternak Capai Titik Tertinggi

Dari areal 18m×30m ini sejauh ini yang sudah selesai baru sebatas bagian pondasi bangunan saja. Baik bagian pondasi keliling maupun pondasi untuk bagian bangunan los pasar.

Kondisinya nampak seperti terbengkalai, setelah diputus kontrak oleh pemerintah, karena belum ada keputusan siapa rekanan yang akan melanjutkan pengerjaannya nanti. Ini juga menjadi tontonan warga sekitar.

“Saat ini di lokasi nampak sedang dilakukan pembongkaran besi-besi yang ditolak oleh Pengawas Bangunan. Sepertinya ini salah komponen yang dinilai pengawas tidak sesuai bestek,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *