Sejumlah petugas krematorium mengenakan APD lengkap saat proses upacara kremasi jasad pasien COVID-19 di krematorium. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Senin (16/8) dilaporkan tambahan korban jiwa sebanyak 48 orang. Delapan kabupaten/kota melaporkan tambahan kematian karena COVID-19.

Dilihat dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, kebanyakan dari kematian yang dicatatkan pada 16 Agustus merupakan pasien tak berkomorbid. Komposisinya 25 pasien tak berpenyakit penyerta dan 23 orang memiliki komorbid.

Untuk hari meninggalnya pasien, sebanyak 35 orang pada 16 Agustus atau 72,91 persen dari total kematian yang dilaporkan. Sedangkan yang meninggal pada 15 Agustus tapi baru dilaporkan sehari kemudian mencapai 8 orang (16,66 persen).

Terdapat juga 5 pasien (10,41 persen) yang meninggal pada Juli tapi baru dicatatkan pada 16 Agustus. Empat di antaranya dilaporkan oleh Denpasar. Rinciannya 1 orang pada 20 Juli, 1 orang pada 29 Juli, 1 orang pada 30 Juli, dan satu lainnya meninggal pada 31 Juli. Sementara satu pasien meninggal pada 21 Juli dicatatkan oleh Badung.

Penyumbang tambahan korban jiwa terbanyak adalah Denpasar sebanyak 11 orang. Disusul di urutan kedua adalah Karangasem sebanyak 9 orang.

Baca juga:  Ratu Elizabeth II akan Berpidato Soal Penanganan COVID-19 di Inggris

Kemudian Tabanan dan Badung melaporkan 8 korban jiwa, Buleleng 6 orang, Jembrana 3 orang, Bangli dan Klungkung sama-sama 1 orang. Terdapat juga 1 warga kabupaten lain dilaporkan meninggal dunia.

41 Hari

Tabanan sudah 41 hari berturut-turut melaporkan tambahan korban jiwa. Jumlahnya kini sudah mencapai 214 orang atau rata-rata 5,21 kematian per hari.

Sebelas pasien dilaporkan Denpasar terdiri dari 5 pria dan 6 perempuan. Usianya antara 38 hingga 83 tahun.

Hanya dua pasien memiliki komorbid. Jenisnya Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, dan gangguan paru. Enam di antaranya meninggal pada 16 Agustus, satu orang pada 15 Agustus, 1 orang pada 20 Juli, 1 orang pada 29 Juli, 1 orang pada 30 Juli, dan satu lainnya meninggal pada 31 Juli.

Sembilan pasien dilaporkan Karangasem terdiri dari 5 pria dan 4 perempuan. Usianya antara 49 hingga 74 tahun.

Hanya satu pasien memiliki penyakit penyerta Diabetes. Empat pasien meninggal pada 16 Agustus dan lima orang meninggal pada 15 Agustus.

Delapan pasien meninggal dilaporkan Badung terdiri dari 3 pria dan 5 perempuan. Usianya antara 47 hingga 83 tahun.

Baca juga:  Satgas COVID-19 Diminta Buat Hotline

Empat pasien meninggal memiliki komorbid. Jenisnya Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, Stroke, dan Gangguan Ginjal. Tujuh pasien meninggal pada 16 Agustus dan 1 orang pada 21 Juli tapi baru dilaporkan 26 hari kemudian.

Delapan pasien juga dilaporkan Tabanan, terdiri dari 5 pria dan 3 perempuan. Usianya antara 22 hingga 78 tahun.

Tujuh pasien meninggal memiliki komorbid. Jenisnya Diabetes, Sesak, Gangguan Ginjal, Stroke, dan Tekanan Darah Tinggi. Tujuh pasien meninggal pada 16 Agustus dan seorang pada 15 Agustus.

Berkomorbid

Enam pasien dilaporkan Buleleng terdiri dari 4 pria dan 2 perempuan. Usianya antara 61 hingga 78 tahun.

Lima pasien meninggal memiliki komorbid. Jenisnya Parkinson, Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, Gangguan Paru, dan Ginjal. Seluruhnya meninggal pada 16 Agustus.

Tiga pasien di Jembrana terdiri dari 2 pria dan 1 perempuan. Usianya antara 34 hingga 65 tahun.

Seluruhnya berkomorbid. Jenisnya Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, dan Gangguan Paru. Seluruhnya meninggal pada 16 Agustus.

Baca juga:  Sejumlah Persoalan Ini, Sebabkan Bali Belum Bisa Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Pasien meninggal dari Klungkung merupakan pria berusia 57 tahun. Warga ini masuk ke RS Graha Bhakti Medika pada 14 Agustus dan meninggal pada 15 Agustus.

Pasien meninggal dari Bangli merupakan pria berusia 76 tahun. Warga ini masuk ke RSUD Bangli pada 14 Agustus dan meninggal pada 16 Agustus.

Pasien meninggal asal luar Bali merupakan pria berusia 32 tahun. Pasien yang memiliki penyakit HIV ini masuk ke RSUP Sanglah pada 13 Agustus dan meninggal pada 16 Agustus.

Kumulatif korban jiwa mencapai 2.757 orang. Rinciannya 2.751 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 627 orang, Badung 449 orang, Tabanan 409 orang, Buleleng 392 orang, dan Karangasem 223 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Gianyar 178 orang, Bangli 166 orang, Jembrana 161 orang, dan Klungkung 118 orang. Terdapat juga 28 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *