Petugas melakukan pemulasaran jasad pasien COVID-19. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Sabtu (7/8), dilaporkan tambahan korban jiwa sebanyak 39 orang. Seluruh kabupaten/kota melaporkan tambahan kematian karena COVID-19.

Dilihat dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tiga besar penyumbang tambahan korban jiwa terbanyak adalah Buleleng sebanyak 10 orang. Disusul di urutan kedua adalah Denpasar 9 orang, dan Badung 5 orang.

Kemudian Tabanan melaporkan 4 korban jiwa, Klungkung 3 orang, Jembrana, Gianyar, Bangli, dan Karangasem masing-masing bertambah 2 orang.

32 Hari

Zona merah Tabanan sudah 32 hari mencatatkan korban jiwa. Kumulatifnya menjadi 168 orang. Jika dirata-ratakan, per hari kematiannya mencapai 5,2 kematian.

Sepuluh pasien meninggal dilaporkan Buleleng terdiri dari 4 pria dan 6 perempuan. Usianya antara 30 hingga 90 tahun.

Satu pasien berusia 30 tahun masuk ke RSUD Buleleng pada 30 Juli dan terkonfirmasi 3 hari kemudian, 2 Agustus. Pasien yang habis melahirkan ini meninggal pada 7 Agustus.

Sementara itu, 9 pasien lainnya memiliki komorbid. Jenisnya diabetes, gangguan ginjal, jantung, dan tekanan darah tinggi. Seluruhnya meninggal pada 7 Agustus.

Baca juga:  Belasan Napi Terima Remisi Waisak

Sembilan pasien dilaporkan Denpasar, terdiri dari 8 pria dan 1 perempuan. Usianya antara 23 hingga 86 tahun.

Hanya dua pasien menderita penyakit penyerta. Jenisnya diabetes, tekanan darah tinggi, dan stroke. Tiga pasien meninggal pada 7 Agustus, empat orang pada 6 Agustus, satu pada 26 Juli, dan seorang lagi pada 24 Juli.

Pasien meninggal yang dilaporkan Badung terdiri dari 1 pria dan 4 perempuan. Usianya antara 57 hingga 79 tahun.

Tiga orang memiliki komorbid yaitu diabetes, stroke, tekanan darah tinggi, dan gangguan ginjal. Dua meninggal pada 7 Agustus. Sedangkan 3 lainnya meninggal pada Juli, dengan rincian 1 orang pada 6 Juli dan 2 pada 5 Juli.

Seluruhnya Perempuan

Empat pasien meninggal dilaporkan Tabanan seluruhnya perempuan. Usianya antara 27 hingga 83 tahun.

Tiga di antaranya memiliki komorbid. Jenisnya tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan ginjal. Satu orang meninggal pada 7 Agustus, 2 orang pada 6 Agustus, dan seorang pada 30 Juli.

Baca juga:  Waspada! Bali Berpotensi Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter

Tiga pasien dilaporkan Klungkung terdiri dari dua perempuan dan seorang pria. Usianya antara 58 hingga 74 tahun.

Hanya satu pasien berkomorbid yaitu gangguan jantung. Dua pasien meninggal pada 7 Agustus, sedangkan satu pada 6 Agustus.

Dua pasien dilaporkan Bangli terdiri dari pria berusia 65 tahun dan pria berusia 50 tahun. Keduanya dirawat di RSUD Bangli. Tak ada yang memiliki komorbid dan meninggal pada 7 Agustus.

Dua pasien dilaporkan Jembrana terdiri dari perempuan berusia 26 tahun dan laki-laki berusia 41 tahun. Pasien perempuan yang memiliki penyakit diabetes menjalani isolasi mandiri pada 1 Agustus dan meninggal 7 Agustus.

Pasien pria menderita gangguan paru dan dirawat di RSU Negara. Warga ini meninggal pada 7 Agustus.

Dua pasien dilaporkan Karangasem terdiri dari pria berusia 52 dan pria berusia 96 tahun. Keduanya dirawat di RSUD Karangasem. Masing-masing secara berurutan meninggal pada 7 Agustus dan 6 Agustus.

Baca juga:  Percepat Pengentasan Kemiskinan, Pj Bupati Rochineng Sambangi Dua Warga Miskin

Dua pasien dilaporkan Gianyar terdiri dari pria berusia 80 dan pria berusia 69 tahun. Keduanya dirawat di RSUP Sanglah.

Pasien berusia 80 tahun memiliki gangguan jantung dan meninggal pada 7 Agustus. Sedangkan pasien berusia 69 tahun berkomorbid gangguan paru dan meninggal pada 3 Agustus.

Kumulatif korban jiwa mencapai 2.416 orang. Rinciannya 2.410 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 559 orang, Badung 385 orang, Tabanan 363 orang, Buleleng 339 orang, dan Karangasem 178 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Gianyar 165 orang, Bangli 154 orang, Jembrana 136 orang, dan Klungkung 106 orang. Terdapat juga 25 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *