Ilustrasi vaksin - Salah seorang tenaga kesehatan RSUD Wangaya, Denpasar menerima vaksin dosis 3 (booster), Selasa (3/8). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebagai upaya untuk mencapai kekebalan kelompok di Bali, pemerintah Provinsi Bali terus melakukan proses vaksinasi. Hingga 4 Agustus 2021, total capaian vaksinasi sudah mencapai sebanyak 3.078.758 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat acara FGD Ubah Laku, Rabu (4/8) menyampaikan capaian vaksinasi saat ini sudah melebihi target yang ditentukan. Yakni mengacu ketentuan WHO, yaitu 70 persen dari jumlah penduduk, atau sebanyak 2.996.060 dari total 4.280.085 penduduk Bali.

Data per 4 Agustus 2021, jumlah penduduk Bali yang telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama sebanyak 3.078.758 atau 102,76 persen dari total target 70 persen dari jumlah penduduk. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua sebanyak 973.329 atau total 32,49 persen dari total target 70 persen jumlah penduduk. “Capaian saat ini sudah melebihi target sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dari total vaksinasi yang sudah berjalan, capaian vaksinasi dosis pertama terbanyak di kota Denpasar yakni 655.147 orang, kemudian Kabupaten Buleleng sebanyak 469.797 orang dan kabupaten Badung 464.999 orang. “Adapun total distribusi vaksin sebanyak 4.420.443,” bebernya.

Terkait capaian vaksinasi dosis kedua yang baru mencapai 32,49 persen, pihaknya menargetkan ini bisa rampung akhir september ini. Dari sisa dosis kedua yang belum divaksin ini, tinggal menunggu jadwal.

Baca juga:  Kembali, Ratusan Guide Datangi Kantor Imigrasi

Begitu juga vaksin dosis ketiga untuk nakes, diharapkan segera rampung. “Semakin cepat, semakin baik. Semoga akhir September ini, sudah rampung semua,” harapnya.

Menurut data KPCPEN per 3 Agustus hingga Pukul 15.00 WITA, total vaksin yang telah diterima oleh Provinsi Bali sebanyak 4.896.787 dosis. Dengan rincian, vaksin AstraZeneca sebanyak 2.586.240 dosis, Sinovac 2.247.480 dosis, Sinopharm 22.607 dosis dan Moderna 40.460 dosis.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin menegaskan meskipun capaian vaksin suntikan 1 telah melampaui target, namun masyarakat dihimbau agar tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebab, taat prokes dan vaksinasi, keduanya mesti saling perkuat. “Sudah vaksin bukan berarti bisa abai prokes, karena di beberapa kasus masih ada yang terpapar walaupun sudah vaksin, tetapi relatif tidak parah atau bahkan lebih cepat pemulihan atau sembuhnya,” tandasnya.

Terkait masih rendahnya capaian vaksinasi suntikan 2, Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini menjelaskan bahwa jarak waktu vaksin bervariasi. “Jarak waktu yang bervariasi. Sinovac lebih cepat, tapi AZ (AstraZeneca,red) lebih lama untuk suntikan kedua. Ini tentu pertimbangan efektivitas vaksin, lebih maksimal menumbuhkan antibody atau imun dalam tubuh,” jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, dikatakan bahwa Gubernur Bali juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali. Surat Edaran ini mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021.

Baca juga:  Udara Panas, Lahan TPA Suwung Kebakaran

Dalam SE Gubernur Bali yang baru ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk memberikan ruang bagi aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat. Namun, dalam melaksanakan aktivitasnya masyarakat diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M (Memakai Masker Standar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan), serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Jajaran Polri dan TNI juga gencar membantu percepatan vaksinasi bagi warga Bali. Kodam IX/Udayana melalui Kesdam IX/Udayana gencar menggelar vaksin agar Bali mencapai target. Ini sebagai upaya untuk mendukung target vaksinasi dari pemerintah provinsi Bali.

Menurut Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Sp. PD., MARS., untuk TNI AD dan PNS atau ASN TNI AD Kodam IX/Udayana  sasaran vaksinasinya sudah tercapai. Termasuk juga keluarga besar TNI mulai 12 tahun ke atas sudah semua, kecuali memang yang benar-benar tidak boleh divaksin karena ada alasan riwayat kesehatan.

“Yang lainnya sudah semua, untuk anggota Kodam di Bali, total sebanyak 6.300 orang ditambah keluarga besar tentara, anak-anak istri, total ada sebanyak 11 ribuan. Itu sudah semua tervaksin,” kata Kakesdam.

Baca juga:  Ini, Provinsi Terbanyak Sumbang Kasus COVID-19 Harian

Saat ini, menurutnya, tenaga kesehatan (Nakes) di Kesdam, mulai diperbantukan untuk percepatan vaksinasi dari Diskes Bali. Mereka diturunkan ke sekolah-sekolah, ke desa-desa yang belum terjamah untuk vaksinasi.

Selain target vaksinasi, lanjut Kakesdam, saat ini fokus yang dilakukan adalah untuk menurunkan angka penularan COVID-19. Sehingga bulan September nanti, bisa mulai dibuka secara bertahap PPKM level 4.

Pihaknya meyakini efektivitas dari vaksin ini akan mulai terlihat setelah 2 minggu pasca rampungnya vaksinasi dosis kedua. Karena secara teori, saat itulah efektivitas vaksin akan mulai terlihat.

Namun demikian, pihaknya menegaskan, harus juga diimbangi dengan disiplin 3 M dan 3 T. Selama ini terkait testing dan tracing, diakuinya masih rendah. Hal itu dikarenakan, banyak masyarakat yang tidak mau terbuka saat dilakukan tracing.

Untuk kepentingan semua, masyarakat diharapkan agar terbuka. Agar pandemi ini bisa cepat selesai. kita harus gotong-royong, tidak hanya dari nakes saja. “Selama ini kasus masih tinggi karena 3M dan 3T masih kurang. Untuk penanganan COVID-19, yang terpenting adalah proses itu nomor satu, dan jangan tertutup terkait tracing,” ujarnya. (Yudi Karnaedi/Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *