Atlet jalani latihan fisik. (BP/Nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Koni Bali memutuskan dua hotel, yakni Hotel Neo Gatsu Barat dan Hotel Batukaru Ubung, untuk dijadikan TC sentralisasi, yang mulai digulirkan 3 Agustus. Hanya, bagi atlet dan pelatih sebelum menghuni penginapan, wajib melakukan tes antigen. Tujuannya, untuk menciptakan suasana sehat dan steril, bagi lingkungan atlet dan pelatih PON.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, Senin (2/8) mengungkapkan, selain Hotel Neo dan Batukaru, khusus untuk cabor cricket, atlet dan pelatihnya tinggal pada sebuah penginapan, di kawasan Jimbaran. “Untuk atlet dan pelatih cricket ini berjumlah 30 orang, sebab mereka lebih dekat saat menjalani latihan, di Lapangan Udayana Kampus Unud,” terang Suwandi.

Baca juga:  Atlet Denpasar Dipatok Sumbang Emas 50 Persen

Dijelaskannya, selama di penginapan, atlet dan pelatih dilarang pulang ke rumah masing-masing, termasuk menerima tamu di hotel. “Seandainya mereka pulang ke rumah dan kembali ke hotel, sebelum masuk kamar wajib menjalani tes antigen lagi. Peraturan ini juga berlaku bagi tamu yang ingin menemui atlet harus di tes antigen,” ucapnya.

Suwandi menerapkan pemberlakuan tes antigen ini tidak main-main, sebab kondisi mereka tiap hari kebugarannya harus dituntut fit dan prima. “Ingat, TC sentralisasi ini benar-benar menggodok fisik dan mental atlet, sebelum mereka bertempur di medan PON Papua,” katanya.

Baca juga:  Pecatur PON Bali Ladeni Lawan Tangguh

Karena itu, fasilitas yang tersedia di penginapan cukup komplet, mulai dokter yang siap memantau kondisi kesehatan atlet, termasuk ahli gizi yang menakar kadar gizi atlet. “Kami berupaya keras menangkal terciptanya kerumunan massa, sehingga makanan atlet tidak lagi prasmanan, tetapi disajikan dalam bentuk nasi kotak,” tuturnya.

Menurut Suwandi, nasi kotak berikut buah disiapkan pihak hotel. Bahkan, jika atlet sedang berlatih di tempat latihan, maka pihak hotel siap mengantarkannya. “Pihak hotel yang menampung atlet sudah terbiasa menangani catering, yang memenuhi standar gizi bagi atlet, sebab hotel juga biasa menampung atlet nasional,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Buleleng Stop Penambahan Tenaga Kontrak

Selama menghuni TC sentralisasi, Suwandi menuturkan, perkembangan prestasi berikut fisik atlet juga dipantau, termasuk mentalnya. “Kami siap mengadakan tes fisik dan memonitor perkembangan prestasi atlet, berikut menyiapkan motivator bagi atlet yang mentalnya perlu dibenahi,” jelasnya. Atlet dan pelatih menghuni hotel selama 50-60 hari, sampai menjelang keberangkatan mereka bertanding ke Papua. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *