Suasana di RS Wangaya. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan pasien COVID-19 di Denpasar berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan. Keterisiannya sudah melampaui 90 persen.

Bahkan, dalam pertemuan pimpinan RS swasta dan RS Wangaya dengan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa yang dipimpin Pj. Sekda I Made Toya, Kamis (22/7), terungkap di RS Wangaya tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 sudah melebihi kapasitas. Dari kapasitas yang tersedia 73 tempat tidur, kini terdapat 84 pasien.

Baca juga:  Ditangkap, 5 WNA Sekongkol Edarkan Narkoba

Dari sejumlah pemaparan pimpinan rumah sakit swasta di Denpasar, rata-rata mengeluhkan tingkat keterisian tempat tidur, oksigen, serta para nakes yang banyak terpapar COVID-19. Mereka menyebut oksigen mulai sulit didapatkan, sehingga menjadi kekhawatiran RS.

Terhadap kondisi ini, Jaya Negara meminta agar rumah sakit menambah ruang merawat pasien COVID-19. Sebab, saat ini BOR sejumlah rumah sakit sudah di atas 90 persen.

Jadi sesuai dengan arahan Presiden, pihaknya berharap RS menambah kamar untuk pasien COVID-19. Masing-masing 40 persen agar bisa BOR menjadi turun.

Baca juga:  Meski┬áPopulasinya Menipis, Denpasar Klaim Stok Babi untuk Galungan Aman

Soal oksigen, pihaknya juga terus mengawal agar ketersediaan oksigen tetap aman. Bahkan, dalam rapat dengan pemerintah provinsi dan Kemenko Marves juga telah disetujui agar pasokan oksigen disalurkan dari Sulawesi. “Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan kita kawal terus agar ketersediaan oksigen di rumah sakit tetap terjaga,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Dirut RS Wangaya, dr. A.A.Gede Widiasa mengatakan akan menambah 50 kamar lagi untuk ruang isolasi pasien COVID-19. Diperkirakan akan menggunakan ruang Kasuari dan Belibis yang selama ini untuk pasien umum. “Kita akan kembali menambah ruang perawatan untuk pasien COVID-19,” ujarnya.

Baca juga:  Tren Peningkatan Kasus COVID-19 Harian Bali Sentuh 3 Digit, Ketidakdisiplinan Masyarakat Dituding Penyebabnya

Bukan saja RS Wangaya yang akan menambah ruang perawatan untuk COVID-19. Sejumlah rumah sakit swasta mengaku sudah sempat menambah ruang perawatan pasien COVID-19. Namun, kini akibat meningkatnya kasus positif, maka mereka akan menambah lagi ruang perawatan COVID-19. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *