Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan kasus COVID-19 di Bali dalam sepekan terakhir ada di atas 200 orang. Kasus aktif Bali pada Selasa (6/7) mencapai 2.697 orang.

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi krisis ruang isolasi dan ICU karena meningkatnya kasus harian positif COVID-19. Ia mengutarakan Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah bersurat kepada Direktur RS untuk menambah dan mengaktifkan kembali ruang isolasi dan ICU untuk penanganan pasien COVID-19.

Baca juga:  IRT di Sekardadi Gantung Diri di Garase Rumah

Bahkan, saat ini Rumah Sakit Bali Mandara milik Pemerintah Provinsi Bali sudah mengaktifkan kembali ruang isolasi dan ICU untuk pasien COVID-19. “Dulu sebenarmya sudah cukup banyak (ruang isolasi dan ICU, red), namun karena pasien (COVID-19, red) berkurang maka ICU, ruang isolasi difungsikan untuk perawatan pasien umum. Sekarang karena kasus Covid-19 nya naik, maka itu diminta untuk dirubah kembali menjadi ruang ICU dan ruang isolasi untuk penanganan pasien COVID-19,” ujar Dewa Indra, Selasa (6/7).

Baca juga:  Sekda Dewa Indra Imbau Masyarakat Tak Diskriminatif Sikapi Penyebaran COVID-19

Terkait ketersediaan oksigen, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali ini menegaskan bahwa ketersediaan oksigen di Bali masih cukup aman. Kendati demikian, yang terpenting dilakukan saat ini adalah bagaimana cara menekan penyebaran COVID-19 agar cepat turun.

Dengan demikian, semua persoalan yang ditimbulkan COVID-19 segera bisa teratasi. Oleh karena itu, semua komponen masyarakat harus taat pada aturan pemerintah yang tujuannya untuk kebaikan bersama. Menaati protokol kesehatan (prokes) adalah langkah yang paling efektif agar kasus COVID-19 segera diminimalisasi. (Winatha/balipost)

Baca juga:  Anggaran Penanganan COVID-19 Bangli Sisa Rp 10 Miliar, Ini 3 Komponen Penyalurannya
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *