Sekda Bali Dewa Made Indra membuka sentra vaksinasi untuk Bali bangkit dengan pemukulan gong didampingi RCEO XI Bank Mandiri Bali Nusra Hendra Wahyudi, Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha, Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Giri Tribroto, Kadiskes Bali dr. Ketut Suarjaya, dan Pj. Sekda Kota Denpasar Made Toya. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – AXA Mandiri bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan mendukung program Pemerintah “Bali Bangkit” dengan memvaksinasi warga di Bali yang berusia 18 tahun ke atas. Ini juga sejalan dengan nilai budaya dan misi PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) yaitu rasa memiliki dan bertindak demi kemajuan insan manusia dan melindungi hal yang terpenting bagi mereka.

Dalam pelaksanaannya, AXA Mandiri didukung Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Pemkot Denpasar, Pemerintah Provinsi Bali, Bank Mandiri dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth), Alodokter, serta RS Surya Husadha. Sentra vaksinasi AXA Mandiri beroperasi pada 25-26 Juni 2021 di Inna Bali Heritage Hotel, Jalan Veteran.  Sedangkan vaksinasi kedua akan dilakukan 12 minggu kemudian yaitu September di tempat yang sama.

Baca juga:  Rambah 29 Kota, Vaksinasi Mitra Driver Gojek Makin Massif

Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha atau yang akrab disapa Joshua mengatakan, berdasarkan informasi, ada sekitar 1.600 orang yang telah mendaftar. Ia berharap dengan vaksinasi ini dapat membantu pemerintah mencapai cakupan vaksinasi 100 persen, mengingat hingga saat ini 68 persen warga Bali sudah tervaksinasi.

“Bali yang menjadi ikon pariwisata ini bisa bangkit. Kami berharap ikut serta dalam program pemerintah dan kami masuk juga sebagai partner Kementerian Kesehatan dalam program germas (gerakan masyarakat) hidup sehat. Ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial kami,” ujarnya, Jumat (25/6).

Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo Gunawan Kusuma mengatakan, rasa memiliki sebagai bagian dari bangsa Indonesia mendorong AXA Mandiri membantu masyarakat, khususnya warga Bali untuk bisa mengurangi risiko terpapar COVID-19. “Dengan program vaksinasi ini, kami harap risiko kesehatan dapat diturunkan sehingga Bali cepat pulih dan ekonomi serta sektor pariwisatanya bangkit kembali,” ujarnya.

Baca juga:  Muncul Kekhawatiran Beda Merek Vaksin dalam Pemberian Dosis I dan II, Kadiskes Bali Terangkan Ini

Kegiatan yang merupakan tanggung jawab perusahaan (CSR) AXA Mandiri ini pun disambut baik Dinas Kesehatan Bali. “Kami mengapresiasi peran aktif AXA Mandiri sebagai perusahaan asuransi yang menyediakan perlindungan kesehatan dan jiwa untuk membantu meningkatkan kesehatan warga dan mempercepat terbentuknya imunitas kelompok (herd immunity) di Bali melalui vaksinasi ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Satgas COVID-19 Provinsi Bali, Drs. Dewa Made Indra, M.Si. juga menyambut baik kegiatan ini. “Dengan vaksinasi yang masif dan implementasi protokol kesehatan yang ketat, kami percaya zona hijau akan
semakin banyak sehingga Bali semakin aman dan koridor pariwisata dapat segera dibuka kembali untuk menggerakan roda perekonomian,” ungkapnya.

Baca juga:  Hanya Segini Jumlah Nakes di Atas 60 Tahun yang Divaksinasi di RSPTN Unud

Secara terpisah, Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto menambahkan, kerjasama AXA Mandiri dan Mandiri Inhealth di program “Bali Bangkit” ini merupakan wujud nyata culture value AKHLAK di Bank Mandiri. Yakni pada  huruf K untuk Kolaboratif.

“Membangun kerjasama bersinergi adalah hal yang penting dalam setiap aktivitas grup Bank Mandiri. Hal ini kami lakukan agar bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, dan khususnya hari ini untuk masyarakat Bali sehingga Bali dapat bangkit kembali,” ujar Aquarius. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *