Warga di tepi Pantai Tanah Ampo melihat gelombang tinggi yang melanda kawasan itu. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Gelombang tinggi terjadi perairan selat Karangasem. Kondisi itu membuat puluhan pondok milik nelayan yang ada di Tanah Ampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, mengalami kerusakan.

Salah seorang warga, I Wayan Darma, mengatakan, ombak sejak Rabu sudah tinggi. Tapi Kamis (24/6), yang paling keras.

Kondisi itu, membuat tiga pondasi rumah warga setempat ambrol. Tiga warga yang rumahnya dihantam gelombang, yakni I Negah Selamet (38), I Nengah Kariasa (46) dan I Made Darmayasa.

Baca juga:  Gelombang Masih Tinggi, Nelayan Ujung Tidak Melaut

“Mereka mengungsi ke rumah keluarga masing-masing yang berada di desa. Selain menghantam rumah warga, gelombang juga merusak puluhan pondok milik nelayan yang ada di bibir pantai. Kerugian akibat bencana itu kurang lebih mencapai puluhan juta rupiah,” ucapnya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan assessment terhadap dampak gelompang yang menerjang warga di pesisir Pantai Tanah Ampo itu. “Karena cuaca laut yang kurang bersahabat, agar warga semakin meningkatkan kewaspadaan demi keamananan. Bagi warga yang rumahnya rusak untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga terdekat,” kata Arimbawa.

Baca juga:  Ribuan Nelayan Dapat Bantuan Mesin Degdeg

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), I Nyoman Agus Sugiarta, mengatakan, tingginya gelombang pantai di perairan timur Bali (Selat Lombok) mencapai 2,5 meter. Kondisi itu, membuat operasional Dermaga II Padangbai dilakukan dengan sistem buka tutup. “Saat ini operasional dermaga II kita lakukan buka tutup. Saat gelombang pasang seperti sekarang proses bongkar muat sangat susah dan berbahaya,” ucapnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *