Salah satu ternak warga mati dengan bekan luka gigitan. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Para peternak di Desa Tihingan, Banjarangkan, diresahkan temuan anak sapi (godel) yang mati dengan luka terbuka diduga karena gigitan. Sudah ada empat godel yang mati dengan luka gigitan.

Diduga kematian godel ini dikarenakan gigitan anjing liar. Anjing ini beraksi saat malam hingga pagi hari, sehingga sulit terpantau peternak.

Perbekel Tihingan, I Wayan Sugiarta, ketika dikonfirmasi, Minggu (6/6) mengatakan kalau anjing liar tersebut, tidak hanya menyerang anak sapi, namun juga itik yang dipelihara peternak. Namun, pihaknya tidak tahu pasti sejak kapan anjing liar mulai menyerang ternak warga.

Baca juga:  Ketua DPRD Badung Terkonfirmasi COVID-19, Gedung Disterilkan

Begitu juga jumlah pasti ternak sapi dan itik yang mati akibat ulah anjing liar lantaran tidak semua peternak melaporkan peristiwa tersebut. “Yang saya ketahui, ada ada empat anak sapi yang mati akibat ulah anjing liar. Dan yang terbaru kemarin pagi, sapi berusia sembilan bulan ditemukan mati dengan sejumlah luka,” ungkap Sugiarta.

Menurut Sugiarta, anak sapi yang ditemukan mati tersebut, mengalami luka terbuka pada pangkal paha. Termasuk robek pada bagian telinga.

Baca juga:  Terowongan Irigasi Ambrol Seret Penyengker Warga

Kondisi ini, sengat meresahkan petani setempat. Apalagi ternak-ternak tersebut merupakan hasil jerih payah petani.

“Informasi dari peternak, anjing liar yang memangsa ternak warga lebih dari satu. …
Baca selengkapnya di media partner DENPOST.id

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *