Desa adat Besakih menjadi salah satu desa di Kabupaten Karangasem menjadi percontohan terkait penerapan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) merupakan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan peranan desa adat. Di Karangasem, Desa Adat Besakih dipilih sebagai salah satu desa yang menjadi percontohan dalam penerapannya.

Menurut Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha, terlaksananya Sipandu Beradat ini atas dukungan Polres Karangasem beserta komponen yang lainnya. Ia menyebut, dari 190 desa adat yang ada di Karangasem, baru Desa Adat Besakih saja yang melaksanakan Sipandu Beradat ini. “Desa Besakih menjadi percontohan dari Sipandu Beradat ini. Kami harap, kedepannya desa adat yang lainnya bisaijut menjalani Sipandu Beradat ini,” ucapnya, Senin (31/5).

Baca juga:  Awasi Ketat Dana Desa Adat

Widiartha, menambahkan, Besakih jadi Percontohan Sipandu Beradat ini, karena Besakih merupakan hulunya Bali. Di Besakih terdapat pura terbesar di Bali, yang terdiri dari 25 kompleks pura. Sehingga, keamanan mesti dijaga, terlebih saat ada upacara besar. “Kami berharap, lewat Sipandu Beradat ini, keamanan di Pura Agung Besakih semakin meningkat. Maka dari itu, kami meminta dukungan semua pihak agar program ini berjalan dengan baik,” harapnya.

Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini, menjelaskan, yang terlibat dalam Sipandu Beradat ini diantaranya, TNI, Polri, dan Pecalang Desa Adat Besakih bersinergi untuk menjaga keamanan di kawasan Pura Agung Besakih. Dengan begitu, nantinya bisa memberikan pelayanan terbaik serta menertibkan masyarakat yang datang ke Besakih. Baik itu pemedek maupun wisatawan yang berkunjung.

Baca juga:  Berharap Presiden Alokasikan Dana Desa Adat

Sebab, selain merupakan tempat suci untuk bersembahyang, Besakih juga menjadi destinasi wisata International. “Jadi, lewat Sipandu Beradat ini kita semakin perkuat untuk tetap mengamankan wilayah kita, khususnya Besakih. Dan kita berharap, keamanan dan ketertibannya terjaga secara maskimal demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengatakan, penanganan kemanan dan ketertiban harus dilakukan oleh semua pihak. Baik itu, unsur desa adat pecalang, didukung desa dinas, intasi terkait, TNI Polri dan OPD erkait. “Program ini dapat dipakai ngayah untuk desa adat agar tidak digerus zaman. Dan diharapkan program bisa berjalan dengan baik dan berguna bagi krama serta dapat menjadi benteng menjaring budaya baru yang masuk dan mampu menjembatani setiap masalah yang ada di desa adat,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *