Petani memanen cabai rawit. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Produksi cabai kecil di Karangasem mengalami kenaikan. Hal itu menyusul banyaknya warga yang sebelumnya merantau kembali ke kampung halamannya untuk menggarap lahan di tengah pandemi COVID-19.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Karangasem, I Putu Suarjana, Jumat (28/5), mengungkapkan, peningkatan produksi cabai kecil karena warga yang pulang kampung akibat tidak adanya pekerjaan di kota karena pandemi. Lahan-lahan yang sebelumnya kosong dan ditinggal kini digarap dengan menanam cabai, sayuran maupun yang lainnya. “Kami harap ke depan terus ada peningkatan produksi,” ujarnya.

Baca juga:  Awal Tahun, Harga Cabai di Buleleng Naik Dua Kali Lipat

Suarjana, menambahkan, capaian di tahun lalu, produksi cabai kecil atau rawit ini mencapai 5.440 ton. Jumlah ini mengalami peningkatan dari 2019 yang hanya mencapai 2.790 ton.

Padahal, jumlah luas tanamnya turun bila dibanding 2019. Luas tanam cabai rawit pada 2019 mencapai 664 hektar, sedangkan di 2020 turun menjadi 590 hektar.

“Sementara untuk dua komoditas lainnya seperti, cabai besar dan bawang merah mengalami penurunan produksi. Untuk cabai besar di tahun 2019 produksinya mencapai 539 ton, sementara di tahun 2020 hanya mencapai 522 ton. Begitu juga untuk bawang merah, di tahun 2019 mencapai 525 ton sementara di tahun 2020 hanya 452 ton,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *