Ketua DPR RI, Puan Maharani (tengah) didampingi Gubernur Koster dan Ny. Putri Koster (kanan) saat mengunjungi pameran IKM Bali Bangkit. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada masa pandemi COVID-19, masyarakat pelaku UMKM Bali kembali bangkit melalui rangkulan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali yang diketuai oleh Ny Putri Suastini Koster. Roda perekonomian perlahan kembali berputar melalui upaya pemanfaatan sekaligus penguasaan teknologi informasi dalam memasarkan hasil kerajinan.

Melalui marketplace, setiap pelaku UMKM dapat memanfaatkan Balimall.id sebagai aplikasi untuk menjual barang kerajinannya. Hal ini disampaikan Ny Putri Koster saat mendampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani saat kunjungan kerjanya di Taman Budaya Art Center, Kamis (27/5). Pada acara ini, juga dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara.

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan kekaguman dan sangat mengapresiasi gerakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Ny Putri Koster. Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan kebijakan bekerja dari Bali atau Work From Bali sebagai salah satu langkah pemulihan ekonomi di Bali, yang terdampak cukup parah akibat pandemi COVID-19. “Saya harap Work from Bali ini benar-benar dimaksimalkan agar berdampak kepada pemulihan ekonomi Bali,” kata Puan.

Baca juga:  Tiga Minggu Berturut-turut, Dua Kabupaten Ini Masuk Zona Merah COVID-19

Hal itu dikatakan Puan saat meninjau pameran industri kecil dan menengah (IKM) bertema “Bali Bangkit” di Taman Budaya Art Centre, Denpasar. Dia menilai kebijakan pemerintah yang menggalakkan Work From Bali sebagai salah satu cara membangkitkan perekonomian masyarakat Pulau Dewata tersebut.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah agar berpihak kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan IKM untuk bisa menghadapi dampak pandemi COVID-19. “DPR RI ingin UMKM dan IKM dapat terus berjalan di masa-masa pandemi ini, jangan sampai berhenti total. Supaya, ketika tiba saatnya nanti Indonesia sudah keluar dari pandemi, UMKM dan IKM dapat langsung kembali ‘berlari kencang’ usahanya,” ujarnya.

Baca juga:  Desa Adat di Bali Siap Lawan Izin Lokasi Susi Pudjiastuti

Dia menilai pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi. Puan menyebutkan pertumbuhan ekonomi di Bali melambat karena pandemi COVID-19 akibat menurunnya pendapatan dari sektor utama yaitu pariwisata. “Saya harap dengan sudah dimulainya vaksinasi dan digalakkan kembali kegiatan-kegiatan seperti pameran IKM ini, nadi ekonomi Bali bisa kembali berdenyut, dan pendapatan masyarakat Bali mulai pulih,” katanya.

Sementara itu disela peninjauan pameran UMKM, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa pameran Bali Bangkit adalah salah satu upaya memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan kerajinan tangannya secara langsung, dengan penyediaan tempat gratis oleh pemerintah. Pameran ini selain offline, para pelaku UMKM juga diperbolehkan untuk memasarkan kerajinannya melalui Balimall.id.

Baca juga:  Banjar Diharapkan Buat SOP Penerimaan Duktang di Masa COVID-19

“Bali yang ditunjang sektor pariwisata mengalami keterpurukan setelah pandemi Covid-19 melanda dunia dan Bali khususnya. Namun sesuai konsep segitiga sama sisi yakni membangun dan menguatkan tiga pilar pendukung Bali, selain pariwisata ada UMKM dan pertanian diharapkan mampu membangkitkan masyarakat Bali. Saat ini, kita mulai menguatkan diri dengan mengambil langkah baru untuk menjadi karakter yang mandiri,” ujar Ny Putri Koster. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *