Personel Kesdam IX/Udayana melaksanakan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di Kuta, Badung. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait penarikan vaksin AstraZeneca oleh pemerintah tidak berjadi di Bali. Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika mengatakan vaksin AstraZeneca No. Batch CTMAV514 dan CTMAV516 aman-aman saja.

Hal ini dikuatkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI untuk di Bali itu diyatakan aman. “Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 itu bukan ditarik, tetapi untuk sementara ditunda penggunaannya oleh pemerintah,” tegas Kolonel Mardika, Senin (17/5) di sela-sela vaksinasi tahap dua dilaksanakan di Krisna Oleh-oleh Bali, Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, menyasar 650 pelaku pariwisata.

Baca juga:  Kapan Bali Buka "Border"? Ini Jawaban Wagub Cok Ace

Menurutnya, vaksin AstraZeneca di Bali awalnya pada 20 Maret 2021 digunakan di tiga daerah green zero yaitu Sanur, Ubud dan Nusa Dua sebanyak 200 ribu dosis. Termasuk Mabes TNI melalui Mabesad juga menggunakan vaksin AstraZeneca.

Oleh karena itu, Kakesdam menegaskan Vaksin AstraZeneca untuk Bali dan juga Kodam IX/Udayana kategori aman. Sekarang vaksin ini sudah dipakai di banyak tempat seperti Singaraja, Kediri/Tabanan dan juga di Jembrana. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi baik untuk masyarakatnya maupun nakesnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Dapat Tambahan Vaksin, Bupati Dana Sampaikan Terima Kasih ke Gubernur Koster

Untuk Bali saat ini sudah divaksin hampir 50 persen dan ia berharap akhir Mei ini bisa dikebut lagi. Yaitu melalui kegiatan serbuan vaksinasi dengan menggunakan vaksin AstraZeneca. “Rencananya besok akan di-launching untuk seluruh wilayah Kodam IX/Udayana oleh Bapak Pangdam di Makodam secara virtual,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *