I Nyoman Sudharma. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) memiliki kepedulian yang besar untuk pemulihan perekonomian Bali. Salah satunya dengan pemberdayaan UMKM.

Karenanya sebagai wujud nyata kepedulian terhadap UMKM di masa pandemi COVID-19, Bank BPD Bali menyelenggarakan program bagi UMKM Bali bertajuk “UMKM Bangkit bersama Bank BPD Bali.” Dalam rangkaian HUT ke-59 Bank BPD Bali, program ini telah didahului berbagai kegiatan yang ditujukan sebesar-besarnya untuk pemberdayaan UMKM.

Kegiatan ini mulai dari peluncuran Rumah Kreatif di Kabupaten Tabanan dan pembukaan outlet UMKM di seluruh Kantor Cabang yang dapat dimanfaatkan secara bergantian oleh seluruh UMKM binaan Bank BPD Bali untuk memasarkan produk-produknya.

Telah digelar pula webinar “Tips Sukses Pemasaran Online di Era Pandemi” menggandeng GoFood, 5 tahapan weekend market UMKM di Kebon Vintage Cars yang diikuti total 425 UMKM binaan, dan ditutup dengan webinar “UMKM Bangkit bersama Bank BPD Bali”  pada 20 Mei 2021.

Baca juga:  Jelang IMF-WB Annual Meeting, Polda Gencar Antisipasi Berita Hoax

Program webinar kali ini menggandeng kampus IT STMIK Primakara dan BeKraf Kota Denpasar. Harapannya dapat menyasar pangsa pasar UMKM secara lebih luas, termasuk UMKM generasi milenial, maupun startup teknologi.

“Webinar UMKM Bangkit bersama Bank BPD Bali yang kami selenggarakan 20 Mei nanti sejalan dengan visi misi Bank BPD Bali menjadi bank yang melayani UMKM dan searah dengan kebijakan Pak Presiden Jokowi untuk percepatan pemulihan ekonomi Bali,” kata Direktur Utama (Dirut) Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Jumat (14/5), dalam rilis yang diterima.

Dikatakan saat ini pertumbuhan ekonomi Bali tertekan akibat pandemi COVID-19 dan mengalami kontraksi cukup dalam. Karenanya Bank BPD Bali terus berupaya berkontribusi mendorong pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas UMKM.

“Pemerintah telah memberikan banyak program stimulus untuk UMKM, baik subsidi bunga, fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan KUR super mikro pasca pandemi COVID-19. Kami juga terus mendorong stimulus bagi UMKM dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” terang Sudharma.

Baca juga:  Peran UMKM dalam Pemberdayaan Ekonomi

Untuk itulah dalam webinar kali ini selain memberikan strategi pemasaran digital kepada UMKM, akan diberikan pula dana stimulus. Masing-masing Rp 1 juta kepada 59 UMKM terpilih peserta program.

Tujuan program webinar ini adalah untuk meningkatkan kapasitas UMKM di masa
pandemi COVID-19. Juga mendorong UMKM melakukan transformasi ke arah digitalisasi atau dengan kata lain UMKM Go Digital.

“Program serangkaian HUT ke-59 BPD Bali sesuai tema Bangkit bersama Bank BPD Bali, kami mengajak pelaku UMKM di tengah pandemi COVID-19 ke arah digitalisasi,” ungkap Sudharma .

Ia menyinggung Onboarding UMKM sebagai sarana edukasi dalam meraup pasar yang lebih luas bagi UMKM melalui platform digital. “Kita harapkan pangsa pasar UMKM lebih luas dan lebih besar dengan pemasaran digital. Apalagi dengan adanya bonus demografi, kita harapkan juga UMKM baru yang lahir adalah UMKM yang dikelola generasi muda. Apalagi kalau generasi milenial yang lebih cepat menguasai pemasaran digital,” papar Sudharma.

Baca juga:  "Startup" Ekonomi Rakyat Akar Rumput

Sementara itu peserta “Program UMKM Bangkit bersama Bank BPD Bali” ini merupakan masyarakat umum yang ingin memulai usaha atau yang sudah memiliki usaha produktif. Pemberian stimulus dipilih dari peserta yang mengikuti kegiatan webinar secara penuh dan isian usaha/rencana usaha paling kreatif dan inovatif.

Peserta webinar terpilih akan diprioritaskan menjadi mitra binaan Bank BPD Bali. Tahapan program ini meliputi Pendaftaran (11-19 Mei 2021), Webinar dan Input Bisnis/Rencana Bisnis (20 Mei) Pengumuman Peserta Webinar Penerima Stimulus (5 Juni 2021), Pencairan (sampai 30 Juni 2021). (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *